Hallo apa kabar? Semoga kita semua dalam keadaan sehat wal afiat dan bahagia.
Akhir tahun lalu setelah sebelumnya cuma liat di youtube dan dapat testimoni dari suami yang sudah lebih dulu mencoba, akhirnya aku join peer to peer (P2P) lending. Penyelenggara jasa ini adalah perusahaan, harus terdaftar dan diawasi oleh OJK. Setelah cari-cari, P2P pertama yang aku cobain adalah Akseleran, selanjutnya Kolinworks, dan terakhir karena pengen cari yang syariah akhirnya aku join ke Alami. P2P lending sendiri sebenarnya adalah lembaga/platform yang mempertemukan orang/pihak yang kelebihan dana dengan yang membutuhkan dana. Mirip sama bank dong kalau gitu? Bisa dibilang layanan P2P ini juga disediakan oleh bank. Mungkin yang menjadi pembeda adalah di P2P lending ini kita bisa memilih siapa yang mau dibiayai dan tenor yang ditawarkan juga bervariasi mulai dari 1 bulan sampai yang lebih dari 1 tahun. Kalau pengen tau ceritaku tentang 3 penyelenggara P2P lending itu bisa baca ulasan di bawah ini:
1. Akseleran
Nama resminya PT. Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia. Platform ini yang pertama aku cobain. Buat yang pertama kali install (aplikasi bisa di download via playstore) dan daftar bisa pakai kode AKSLLUSIANA466121 dan kamu akan dapat saldo Rp. 100.000 yang bisa dipakai untuk pendanaan pertamamu. Menurutku Akseleran punya tampilan yang menarik dan mudah dipahami, tapi sayang karena terlalu cakep jadi sering lama loadingnya.
Untuk jenis pinjaman juga sangat bervariasi sektornya dengan tenor mulai 1 hingga 12 bulan. Sejak join, aku hanya menemukan rating pinjaman A (A-, A, A+, A++). Semakin bagus ratingnya maka bunga pinjaman semakin rendah, mulai dari 9,5% - 12% per tahun. Untuk project pendanaan di Akseleran berkisar antara 100 juta hingga maksimal 2 miliar. Kalau ada perusahaan yang butuh dana lebih dari 2 miliar maka akan di pecah ke beberapa project.
Akseleran menggunakan Rekening Dana Nasabah (RDN) BCA, jadi begitu join kita akan diminta mengisi nomor rekening BCA yang sudah dipunya, nantinya pihak Akseleran yang sudah bekerjasama dengan BCA akan membuka lagi 1 rekening khusus untuk RDN kita. Rekening tersebut berfungsi sebagai pooling cash sebelum melakukan pendanaan. Untuk pencairan, instruksinya bisa di create dari aplikasi Akseleran, dan dana akan cair ke rekening BCA utama kita (ke bank lain juga bisa namun akan dikenakan biaya transaksi).
Sebagai lender, kita bisa memberikan pinjaman di Akseleran dengan minimal saldo di RDN Rp. 100.000, kurang dari itu ga bisa kasih pinjaman. Beberapa hal yang aku sukai dari Akseleran ini adalah fitur auto lending yang menurutku oke banget. Pada fitur ini kita bisa melakukan set up mengenai project yang mau kita danai, mau dari sektor apa, jangka waktu berapa, nominal maksimal pendanaan berapa, bunga minimal yang diminati, dll. Setelah selesai set up biarkan dia bekerja, kalau ada project yang sesuai dengan kriteria maka dana kita otomatis akan tersalurkan. Fitur auto lending ini cocok untuk kamu-kamu yang sibuk dan ga sanggup memantau aplikasikasi ini tiap hari.
Yang namanya investasi pasti ada risikonya, tapi di Akseleran hal tersebut di mitigasi dengan adanya proteksi asuransi pengembalian pokok pinjaman sebesar 99%. Jadi, amit-amit kalau ada gagal bayar maka pokok kita akan dikembalikan oleh asuransi sebesar 99%.
2. Koinworks
P2P lending kedua yang aku cobain adalah Koinworks. Tertarik sama ini setelah adanya testimoni dari suami yang udah setahun join disini dan so far so good. Koinworks adalah branding dari perusahaan PT. Sejahtera Lunaria Annua yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Tampilan aplikasi Koinworks ini menurutku agak kaku (jika dibandingkan dengan Akseleran), mungkin karena aku belum terbiasa dan platform ini jualannya banyak banget. Ibarat kata Koinworks ini "palugada", di aplikasi ini ada beberapa produk yaitu :
a. Koin Robo : pendanaan otomatis dengan imbal hasil tetap dan memberi dampak sosial
b. Koin P2P : pendanaan ke peminjam mulai dari Rp. 100.000 dengan imbal hasil sampai dengan 18% p.a.
c. Koin Gold : jual beli emas dengan jaminan pembelian kembali dan minimum pembelian Rp. 1.000,-
d. Koin Equity (new) : investasi ke perusahaan secara langsung dari daftar yang tersedia.
Berbeda dengan Akseleran, penampungan dana di aplikasi Koinworks berupa virtual account di BCA dan beberapa bank lain seperti CIMB Niaga, BRI, dan Mandiri. Karena berupa virtual account jadi kalau mau withdrawl akan dikenakan biaya transaksi sebesar Rp. 5.000,-.
Untuk Koin P2P, jenis pembiayaannya sangat beragam, ada invoice financing, modal kerja, pembelian mesin, dll. Jangka waktu pinjaman berkisar mulai 1 hingga 36 bulan, semakin panjang jangka waktu biasanya bunganya juga semakin besar. Rating kreditur juga rentangnya lebar mulai A hingga E, semakin bagus rating maka semakin murah bunga kreditnya dan makin besar proteksi asuransinya. Berikut gambaran rating pinjaman di Koinworks :
a. Grade A : proteksi asuransi 100%, bunga pinjaman 11% - 14% p.a.
b. Grade B : proteksi asuransi 80%, bunga pinjaman 13% - 15% p.a.
c. Grade C : proteksi asuransi 60%, bunga pinjaman hingga 18% p.a.
d. Grade D : proteksi asuransi 40%, bunga pinjaman hingga 20% p.a.
e. Grade E : proteksi asuransi 20%, bunga pinjaman hingga 26% p.a.
Nomimal pendanaan di Koinworks adalah kelipatan Rp. 100.000, jadi kalau saldo kita ga bulat kelipatan 100.000 ya udah itu akan jadi sisa sampai nanti dia genap Rp.100.000,-. Koinworks menyediakan fitur auto lending yang bisa di set up sesuai preferensi kita, tapi so far fitur tersebut ga jalan walaupun sudah di setting. Jadi selama kita masih ada saldo cash di virtual account harus secara berkala melakukan pengecekan di aplikasi apakah ada project yang bisa didanai.
Buat kamu-kamu yang belum install aplikasi ini, bisa install via play store dan masukkan kode LK00541 untuk dapat 150.000 koin yang bisa kamu gunakan untuk pendanaan pertamamu.
3. Alami
P2P lending ketiga yang aku cobain adalah dari perusahaan PT. Alami Fintek Sharia dengan brand-nya Alami. Tampilan aplikasinya cukup menarik dan mudah dipahami, plus nya lagi dia benar muslim friendly dimana kalau kita buka aplikasi dan mengaktifkan GPS akan muncul pengingat untuk waktu sholat berikutnya. Selain itu aplikasi ini juga bakal mengingatkan kalau ada hari penting untuk muslim seperti Nisfu Syaban. Platform ini sudah diawasi oleh OJK dan karena sharia dia juga diawasi oleh DSN MUI.
Btw alasanku join ke P2P lending ini adalah karena head of fundingnya Alami ini adalah kepala cabang prioritas waktu aku OJT 1 di tempat kerja lama. Trus aku kulik-kulik lebih lanjut ternyata oke juga dan ya udah akhirnya join.
Usaha yang didanai oleh P2P lending ini juga bervariasi tapi rata-rata mereka ada sektor UMKM dan busniness. Selama aku join, nominal pendanaan mulai 100 juta hingga se butuhnya lender (ada yang nominal pinjamannya 45 Miliar).
Berbeda dengan 2 P2P yang kuceritakan sebelumnya, rating di Alami menggunakan bintang, mulai bintang 1 hingga bintang 5. Bagi hasilnya sendiri mulai dari 12% hingga 14,5% per tahun. Jangka waktunya sendiri ga bulat kelipatan 1 bulan, tapi sesuai dengan kebutuhan lender, misalnya 2 bulan 10 hari. Nominal pendanaan di Alami bisa dilakukan mulai Rp. 100.000, namun sebagian besar project mengharuskan minimal pendanaan Rp. 1 juta.
Seperti halnya Akseleran, Alami bekerjasama dengan Bank BNI untuk rekening dana nasabah (RDN). Sehingga biar gampang waktu top up dan withdraw plus ga ada biaya transasksi, sebaiknya kita sudah punya dulu rekening BNI agar bisa dibuatkan RDN di bank tersebut.
Alami belum bekerjasama dengan pihak asuransi untuk proteksi pengembalian, namun berdasarkan history, tingkat pengembalian pinjaman dari lender mencapai 100%. Menurutku ini keren dan mungkin juga hal ini bisa terjadi karena mereka ketat dalam analisa debitur. Satu hal yang bikin aplikasi ini kurang ramah untuk orang yang banyak kerjaan adalah tidak tersedianya fitur auto lending. Jadi semua pendanaan dilakukan manual, dan karena dia belum terlalu banyak project jadi beberapa kali aku telat buat ngasih pendanaan karena slot sudah terpenuhi.
Sekian cerita kali ini, dari ketiga platform diatas secara overall yang paling aku suka adalah Akseleran walaupun return nya tidak terlalu besar. Aku masih akan terus pakai Koinworks dan Alami karena mereka cukup handal dan memberikan imbal hasil yang jauh lebih tinggi daripada deposito. Yang namanya investasi pasti ada risikonya, dan risiko dari P2P lending salah satunya adalah gagal bayar, jadi sesuaikan keputusan investasimu dengan risiko yang bisa kamu tanggung.
-Dari Aku-
%20Lending.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar