Hallo apa kabar? semoga kita selalu dalam keadan sehat bersama orang-orang tersayang.
Rukun Islam ada 5, syahadad sholat zakat puasa dan haji. Rukun Islam yang terakhir adalah haji bagi yang mampu. Kenapa haji bagi yang mampu, ya karena memang untuk berhaji butuh dana yang cukup besar.
Pada tahun 2026, biaya haji adalah sebagai berikut, ini yang dibayarkan ke pemerintah sebagai penyelenggara haji saja.
Biaya pendaftaran sebesar 25 juta dan pelunasan sesuai dengan ketetapan pada keberangkatan tahun tersebut, di 2026 pelunasan untuk embarkasi Surabaya sebesar 32,9 juta. Sehingga total biaya haji yang dikeluarkan sebesar 6,6 juta. Jamaah yang melaksanakan haji mempunyai 2 pilihan, yaitu bergabung dengan KBIH sehingga ada pendampingan dalam melaksanakan ibadah, ataupun tidak ikut KBIH alias berangkat sendiri. Ibaratnya kalau ikut KBIH jamaah akan "diurus" oleh lembaga ini disamping oleh petugas haji dari pemerintah. Jamaah yang memutuskan untuk berangkat mandiri juga diperbolehkan, masih ada petugas haji kloter dari pemerintah yang bisa dijadikan rujukan.
Gabung KBIH ibarat kita membeli jasa sehingga ada biaya yang harus dikeluarkan, biasanya sekitar 2-3 juta per orang tergantung fasilitas yang didapatkan oleh jamaah. Pada 2026, salah satu KBIH terkemuka di Surabaya mengenakan biaya sebesar 4 juta per jamaah, terdiri dari biaya manasik, pendampingan dan pelayanan selama di tanah suci, perlengkapan haji jamaah (pakaian, tas, dll). Karena jamaah KBIH ini biasanya ga cuma ikut paketan yang disediakan oleh pemerintah saja, KBIH yang saya ikuti juga mengenakan biaya operasional selama di tanah suci karena nanti akan ada tour, handling, tip dll sebesar 2,3 juta. Ada harga ada rupa, dengan membayar biaya operasional jamaah sudah ga perlu memikirkan lagi biaya extra terkait transportasi dan akomodasi.
Pelaksanaan haji ada 3 macam yaitu ifrad, kiran, dan tamattu. Untuk jamaah Indonesia berdasarkan arahan dari pemerintah melaksanakan haji tamattu, yaitu melakukan umroh dulu setelah di tiba di tanah haram, kemudian istirahat, dan kembali melakukan ihram pada saat puncak haji. Untuk haji tipe ini ada hadyu (hewan kurban) yang harus disembelih. Biaya pembelian hadyu ini ada 2 macam, jika ditunaikan di Mekah biayanya 3,5 juta, dan jika di Indonesia biayanya 3,1 juta. Menurut fatwa ulama keduanya sah. Lantas bagaimana kalau jamaah tidak punya kemampuan untuk menyembelih hadyu, maka bisa diganti dengan puasa selama 3 hari saat musim haji ditambah 7 hari setelah kembali ke tanah air.
Saat menunaikan ibadah haji, kita meninggalkan keluarga di tanah air, maka dari itu harus disiapkan juga nafkah untuk keluarga di tanah air selama kita berhaji. Jangan lupa juga menyiapkan dana darurat untuk mereka.
Sebenarnya ketika berangkat haji dan tergabung dengan KBIH yang sudah memperhitungkan semua biaya, ga bawa uang buat ke tanah suci juga gapapa. Tapi...masa iya ga bawa uang saku? hehehe...apalagi bagi ibu-ibu yang emang settingannya doyan belanja.
Hal lain yang juga harus dipikirkan adalah membeli perlengkapan untuk haji. Perlengkapan utama sudah diberikan oleh KBIH (inilah salah satu alasan mengapa KBIH tempat saya bergabung biayanya lumayan), tinggal melengkapi keperluan lainya, kalau belum punya maka harus beli. Durasi perjalanan yang cukup panjang juga membuat jamaah menjadi "parno" terhadap kebutuhan mereka selama disana dan ini yang bikin jadi banyak belanja buat bekal.
Budaya di Indonesia, kadang orang yang mau berangkat haji melaksanakan syukuran atau walimatul safar, ini juga butuh biaya tergantung seberapa besar dan bentuk acaranya. Satu hal lagi yang ga kalah penting adalah oleh-oleh. Banyak tetangga, kerabat dan kolega yang berkunjung ke rumah orang yang baru pulang haji. Sebagai tuan rumah sudah selayaknya untuk memuliakan tamu dengan memberikan cinderamata sebagai ucapan syukur. Ini juga tergantung masing-masing, bentuk cinderamata dan budgetnya.
Lantas bagaimana dengan yang ekonominya cukup saja?
Sebenarnya banyaknya biaya tersebut sangat berkaitan dengan tingkat kenyamanan. Kenyamanan selama di tanah suci serta kenyamanan di tanah air. Menurut beberapa ustad, Allah akan memampukan hambanya yang dipanggil. Kalaupun dana yang tersedia hanya cukup saja, kita bisa memilih untuk memenuhi yang benar-benar prioritas. Mungkin akan tidak begitu nyaman, tapi mungkin inilah saatnya mengamalkan stoikisme. Menunaikan ibadah haji adalah rukun Islam, Allah akan memudahkan hambanya untuk memenuhi panggilan tersebut, insyaAllah.
-Dari Aku-


Tidak ada komentar:
Posting Komentar