Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

18 Januari 2022

Investasi untuk PNS / Karyawan Biasa Saja

 

Sumber : Istimewa


Hallo apa kabar semuanya? Semoga kita semua dalam keadaan sehat wal afiat dan penuh rasa syukur agar Allah menambah nikmat yang kita rasakan.

Bagi beberapa orang mungkin menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan suatu cita-cita karena pekerjaan ini terkenal dengan stabilitasnya. Kalau kata orang Jawa, PNS ini "dicokot alot" yang bisa diartikan kalau seseorang sudah jadi PNS maka hidupnya akan ngalir aja secara keuangan, mungkin ga akan jadi kaya banget tapi juga ga miskin, cukup-cukup aja. Range gaji untuk abdi negara ini lumayan lebar, sama-sama new entry tapi penghasilannya bisa beda jauh banget tergantung kalian masuk di instansi mana. Makanya di sosmed ada istilah Kementrian Sultan, yaitu instansi atau kementrian yang memberikan tunjangan cukup besar atau sangat besar kepada karyawannya. Ga melulu kementrian atau lembaga sih, banyak juga Pemerintah Daerah (Pemda) kaya yang memberikan kesejahteraan sangat baik kepada pegawainya. Di artikel lain aku ceritain berapa sebenarnya penghasilan sebagai PNS.
Yang namanya manusia itu biasanya punya keinginan yang unlimited, berapapun uang yang didapat akan merasa kurang. Disini nih pentingnya rasa CUKUP bagi mausia biar hidupnya ga diperbudak sama uang. Kalau bisa dapat penghasilan gede itu bagus, tapi kalau penghasilanya cukup harusnya juga ga masalah. Yang penting sebenarnya adalah cara kita mengatur penghasilan itu sendiri.

Kata financial planner, baiknya kita melakukan investasi minimal sebesar 10% dari penghasilan untuk masa depan. Sekarang instrumen investasi juga macam-macam dan gampang banget diakses, cukup gerakkan jari-jemari dan bayar. Ga harus nominal besar, kecil juga bisa kok, jadi instrumen ini insyaAllah cocok untuk semuanya. Berikut investasi yang bisa dilakukan oleh PNS non K/L sultan :

1. Deposito 

Deposito merupakan produk keuangan yang diterbitkan oleh perbankan dengan keuntungan dan jangka waktu investasinya ditetapkan dari awal. Misalnya kamu membeli deosito bank dalam jangka waktu 1 tahun dengan imbal hasil 3.25%. Maka dana yang kamu investasikan akan dikelola sebagai modal bank dan dapat dicairkan pada tanggal jatuh tempo disertai pembayaran imbal hasil (bunga). Saat ini dengan semakin berkembangnya internet banking, untuk membuka deposito kamu ga perlu datang ke bank, cukup dari aplikasi e-banking sudah bisa melakukan pembukaan deposito. Untuk nominal pembukaan melalui e-banking juga cukup terjangkau yaitu mulai dari Rp. 1 juta (contoh pada Bank Mandiri, bank lain bisa berbeda). Bunga deposito di bank konvensional biasanya memang cenderung kecil karena mereka konservatif, kalau pengen bunga yang besar silahkan coba apply di bank digital yang menawarkan bunga 7%-8%, tapi tetap ingat dibalik bunga besar itu pasti ada risikonya karena LPS hanya menjamin bunga sampai dengan 3,5% untuk bank umum. Jadi perhatikan juga risk and rewardnya ya.

2. Surat utang negara (SUN) atau obligasi 

SUN atau obligasi merupakan surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah ataupun korporasi untuk memperoleh pembiayaan. Seperti deposito, return dan jangka waktu investasi obligasi sudah ditetapkan dari awal. Misalnya obligasi pemerintah seri ORI-20 memiliki kupon 4,95% per tahun dengan jangka waktu 3 tahun. Pada umumnya obligasi memiliki jangka waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan deposito dan melakukan pembayaran keuantungan secara rutin dari setiap bulan, per 6 bulan, atau tahunan.

Seperti sudah dijelaskan diatas, secara umum penerbit obligasi dibagi menjadi 2 yaitu pemerintah dan swasta. Obligasi pemerintah ada yang untuk retail (nominal pembelian mulai Rp. 1 juta) ada juga yang untuk intansi (nominal pembelian minimal Rp. 1 milyar). Sedangkan obligasi yang diterbitkan oleh swasta/perusahaan biasanya diperuntukkan kepada institusi karena minimal pembeliannya cukup besar.

PNS bisa memanfaatkan obligasi pemerintah retail atau yang biasa disebut Obligasi Negara Retail (ORI) yang bisa dibeli mulai dari Rp. 1 juta dan kelipatannya sebagai salah satu intrumen investasi yang cukup aman karena dijamin oleh negara. Pembelian ORI ini bisa dilakukan di bank kesayangan kalian (biasanya daftar offline, selanjutnya bisa transaksi online), sekuritas, atau agen penjual reksadana.  

3. Logam mulia (emas) 

Biasanya orang membeli emas untuk melindungi nilai kekayaan. Alasannya harga emas cenderung naiksaat terjadi inflasi, krisis, atau gejolak ekonomi. Kita bisa bemperoleh keuntungan dari selisih kenaikan harga beli dan jual. Oya emas disini diutamakan yang bentuknya logam mulia ya...bukan perhiasan. Tapi kalau memang mau yang bisa dipakai juga gak papa kalau mau yang bentuk perhiasan dengan konsekuensi selisih harga jual dan beli jadi lebih lebar. Trend harga emas biasanya berlawanan dengan pasar modal, jadi instrumen ini bisa jadi other basket buat investasi disamping saham. 

Bagi tim pengen cepet cuan jangan berharap banyak dari instrumen ini karena keuntungan dari kenaikan harga emas seringkali belum bisa dinikmati dalam kurun waktu 1 tahun. Sabar-sabar aja dan sesuaikan dengan tujuan keuanganmu.

4. Reksadana 

Reksadana merupakan paket investasi yang terdiri dari berbagai aset seperti deposito, obligasi, dan saham yang dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi. Saat membeli reksadana maka kamu menjadi pemilik unit dan dapat memperoleh keuntungan dari kenaikan harga unit. Reksadana terdiri dari 4 jenis yaitu reksadana pasar uang, obligasi, saham, dan campuran. Dengan instrumen ini kamu bisa memilih jenis aset berdasarkan jangka waktu dan profil risiko yang kamu miliki. Selengkapnya megenai reksadana akan aku ceritakan pada postingan selanjutnya.

5. Saham 

Ketika membeli saham, kamu terdaftar secara resmi sebagai pemilik sah atas suatu perusahaan (walau kepemilikan kamu di perusahaan itu cuma 1 lot saham). Oya satuan untuk pembelian saham adalah lot, 1 lot = 100 lembar saham, dulu sebelum tanggal 6 Januari 2014 1 lot saham setara dengan 500 lembar. Perubahan atura itu bagus untuk investor retail seperti kita-kita karena modal yang diperlukan untuk investasi di pasar modal menjadi lebih kecil dan terjangkau. 
Saat ini terdapat lebih dari 700 perusahaan tercatat yang sahamnya dapat diperjualbelikan melalui Bursa Efek Indonesia. Kamu dapat memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham (capital gain)dan pembagian keuntungan perusahaan (deviden). Saham termasuk instrumen dengan risiko dan return yang cukup besar. Jadi sebelum masuk baiknya harus punya pengetahuan dasar dulu, dan secara berkala mengamati pasar/perusahaan yang kita investasikan.

6. Peer to peer (P2P) lending 

P2P lending adalah penyelenggaraan jasa keuangan untuk mempertemukan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman melalui sistem elektronik dengan menggunakan sistem internet. Beberapa waktu belakangan ini instrumen ini cukup diminati karena memberikan return yang lebih besar daripada deposito, dan beberapa P2P lending juga dijamin oleh asuransi sehingga membuat pemberi pinjaman merasa lebih aman. Untuk UMKM yang membutuhkan dana, sarana ini juga dinilai lebih simple karena mereka bisa memilih jangka waktu mulai dari 1 bulan, yang mana ini agak susah didapatkan dari perbankan.

Pemberian pinjaman di P2P lending juga bervariasi. Pada P2P Lending yang saya ikuti, minimal dana untuk bisa memberikan pinjaman adalah Rp. 100.000 saja dan untuk return atas pinjaman yang dijamin asuransi bisa mencapai 12% per tahun, cukup menggiurkan dan terjangkau untuk PNS biasa saja. Pemberi pinjaman akan dibukakan rekening dana lender (RDL) di BCA, jadi kalau top up tinggal transfer saja ke rekening BCA tersebut.

Sekian cerita kali ini yang terinspirasi dari news letter Bibit, untuk pembahasan lebih dalam tentang masing-masing instrumen akan aku bahas pada tulisan selanjutnya. Semoga bermanfaat.

-Dari Aku-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman