Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

06 April 2022

Cerita Kami Mengajarkan Anak Berpuasa

 


Hallo apa kabar? Semoga kita semua dalam keadaan sehat wal afiat bersama orang-orang tersayang.

Alhamdulillah bulan Ramadhan telah tiba. Sebagai muslim kita menyambutnya dengan suka cita karena beribadah di bulan ini berlipat pahalanya. Perkantoran juga mendukung hal tersebut dengan menerapkan jam kerja yang lebih singkat dibandingkan dengan biasanya, agar pegawai bisa lebih banyak beribadah. 

Seperti Ramadhan tahun sebelumnya, tahun ini anak-anakku Alhamdulillah ikut berpuasa penuh. Awalnya kami latih untuk puasa setengah hari, kemudian pas mereka umur 6 tahun Alhamdulillah sudah bisa sehari penuh. 2 hari puasa ini mereka alhamdulillah aman dan ga terlalu mengeluh. Beberapa hal yang membuat anak-anak santai diajak berpuasa sebagai berikut:

1. Penanaman pendidikan dari sekolah terkait manfaat berpuasa

Lingkungan sekolah yang kondusif menurutku adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam penanaman nilai-nilai ke anak. Sekolah Islam adalah pilihan kami untuk pendidikan dasar mereka dengan asumsi SD 6 tahun adalah jenjang yang paling lama dan disaat mereka masih kecil itulah nilai-nilai agama harus diinternalisasikan di segala lini kehidupan sebagai pondasi kehidupan selanjutnya. Di sekolah mereka sudah diberikan pemahaman mengenai puasa dan karena teman-temannya mengamalkan sehingga lebih mudah mengajak mereka berpuasa.

2. Pelan pelan saja

Semua hal butuh proses, termasuk berpuasa bagi anak-anak. Kita semua tau kalau anak-anak itu ga ada capeknya, makanan jadi sumber untuk kompensasi atas aktivitasnya tersebut. Ketika berpuasa mereka otomatis ga bisa makan sesuka hati, maka dari itu proses mengajak berpuasa juga dilakukan pelan-pelan. Di usia sekitar 5 tahun kami mulai memperkenalkan puasa setengah hari ke anak-anak dengan segala fleksibilitas, namanya juga belajar. Kalau pas mereka lapar di setengah hari akhir biasanya kami akan berikan kebebasab untuk mereka mau lanjut puasa atau berbuka dengan menjelaskan konsekuensinya. Tahun berikutnya kebali ditawarkan mau puasa setengah hari atau penuh, dan Alhamdulillah mereka memilih untuk penuh.

3. Menghargai usahanya menahan lapar dan haus

Semua orang pasti senang kalau usahanya dihargai, termasuk anak-anak. Ketika berpuasa mereka pasti berusaha keras menahan lapar dan haus, trus kalau bulan puasa biasanya iklan di TV juga minuman yang seger-seger yang bikin ngiler. Menghargai usaha anak bisa beragam cara, yang paling sederhana adalah dengan pujian "Adek/Kakak hebat kuat berpuasa", pelukan, dan bisa juga dengan hadiah. Untuk yang hadiah ini aku pernag menerapkan score board Ramadhan. Jadi kami membuat papan pencapaian kegiatan selama bulan Ramadhan mulai dari sahur, sholat 5 waktu, murajaah surat pendek, mengaji, tarawih, dan berbuka. Kalau mereka melaksanakan pada hari tersebut maka akan dapat 1 sticker. Ketika Idul Fitri dilakukan perhitungan dengan mengalikan jumlah sticker dengan nominal tertentu, hasilnya bisa mereka gunakan sesuai dengan yang mereka inginkan. 

4. Menciptakan suasana sahur yang menyenangkan

Sahur adalah hal krusial yang ga bisa dilewatkan jika berpuasa, selalin pahalanya yang besar, makan sahur juga menjadi amunisi untuk kegiatan sepanjang hari. Membangunkan anak untuk sahur adalah hal yang challenging, maka dari itu masing-masing orang tua pasti punya caranya sendiri. Waktu masih TK, anak keduaku minta diputarkan video Shopkin atauMy Little Pony setiap sahur biar dia bisa melek. Dari tahun kemarin agenda sahurnya berubah, dia minta diputarkan film anak-anak macam Paddington, Toys Story, dll setiap kali sahur. Kadang kan anak-anak males buka mata dan malas-malasan, jadi ya udah orang tua mengalah untuk menyuapi mereka makan. Tenang aja...nanti kalau udah lebih gede mereka akan bisa makan sendiri, hal ini terjadi ke anak pertamaku.

5. Menyajikan hidangan berbuka yang mereka suka

Pas puasa biasanya kita banyak banget maunya ketika berbuka, kayaknya kalau liat orang jualan apa gitu pengen beli dan dijajar di meja makan (walaupun pas berbuka ternyata kapasitas perut ga sebanding dengan dengan keinginan hehehe...). Anak-anakku tipe yang ga terlalu banyak request untuk berbuka, yang penting ada es blewah aja mereka sudah senang. Ya udah...minuman itulah yang hampir selalu tersedia dikala berbuka, apapun makanannya yang penting ada es blewah.

6. Memberikan contoh yang baik

Anak adalah peniru ulung, maka dari itu orang tua harus jadi contoh yang baik untuk anak, termasuk dalam hal berpuasa. Abak yang sudah mulai paham bisa diajak ngobrol terkait manfaat dan pahala berpuasa. Dulu anak-anak masih iri kalau aku lagi ga puasa gara-gara datang bulan, tapi setelah dikasih penjelasan kalau aku harus mengganti puasa mereka udah ga pernah iri lagi. Soalnya menurut mereka lebih ringan puasa di Ramadhan dibanding setelahnya.

Sekian cerita kali ini...semoga puasa kita lancar dan berkah.

-Dari Aku-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman