Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

28 Maret 2022

Healing di Rumah Atsiri Indonesia



Hallo apa kabar, semoga kita semua dalam keadaan sehat wal afiat dan bahagia bersama orang-orang tercinta.

Seiring dengan semakin banyaknya kegiatan atau aktivitas yang menyita waktu, jam terasa begitu cepat berlalu. Tiba-tiba udah malam aja padahal belum sempat ngapa-ngapain, atau kadang berasa udah Jumat aja padahal rasanya baru kemarin lusa itu menjalani hari Senin. Menghadapi kondisi seperti itu, kadang aku merasa lelah dan pengen merasakan waktu berjalan lebih lambat dan penuh makna, cieee...

Beberapa waktu lalu aku dan keluarga pengen explore daerah Gunung Lawu antara Sarangan dan Karangayar. Niat awalnya mau ke Candi Cetho, tapi karena ternyata cuaca lumayan mendung dan jaraknya yang cukup jauh akhirnya cari tujuan lain, akhirnya kami mengunjungi Rumah Atsiri Indonesia. Sebenarnya udah lama banget pengen kesini tapi sebatas wacana ga kunjung eksekusi, eh ternyata beneran kata orang kalau yang dadakan sering kali malah jadi kayak waktu kami kesana.

Area yang sekarang menjadi kompleks Rumah Atsiri dulunya merupakan pabrik citronella yang terbengkalai, sampai akhirnya pada tahun 2015 PT. Rumah Atsiri Indonesia melakukan akuisisi dan revitalisasi hingga penampakan cantik yang kita lihat sekarang. Kompleks instagramable Rumah Atsiri beralamat di Desa Plumbon, Tawangmangu, Jawa Tengah. Ketika masuk ke ke kompleks ini, masing-masing pengunjung diharuskan untuk membeli kartu semacam e-money bersaldo Rp. 50.000 seperti gambar di ini di pos masuk. Saldo yang ada di kartu ini bisa digunakan di area Rumah Atsiri seperti mengunjungi museum, taman aromatik, sampai makan di restaurant.

Memasuki area Rumah Atsiri kita bakal ketemu sama papan petunjuk ini yang ada di beberapa tempat, jadi jangan takut kesasar. Banyak banget aktivitas yang dapat dilakukan disini mulai dari hanya merenung, jalan santai, belajar di museum, belanja, sampai workshop untuk dewasa dan anak-anak. Beberapa aktivitas bebas biaya tapi banyakan berbayar, bisa dengan memotong saldo yang ada di kartu yang tadi kita beli di pintu masuk. Buat yang suka foto pasti seneng banget berada disini karena banyak background dan objek yang estetik sebagai penghias halaman sosial media.

Harus kuakui kalau aku emang tipe ibu-ibu yang perhitungan, jadi daripada saldo di kartu dipakai buat aktivitas mendingan buat makan aja. Karena pas sampai juga sudah siang dan hujan, jadi setelah sekilas explore aku langsung ke restonya. Baytheway semua ornamen di Rumah Atsiri ini sebisa mungkin ada logo dari perusahaan ini. Liat tuh tatakan penyangga tanda restoran pakai logo, trus lubang udara juga pakai bentukan itu, konsepnya tertata banget dan memanjakan mata.

Oke lanjut ke restoran, karena masih dalam masa pandemi, jadi untuk tau menu makanannya kita bisa scan barcode yang ada di meja. Pas lihat buku menunya aku membatin, wah...foodist pasti seneng ya makan disini karena semua makanan dan minumannya bagus buat kamera. 


Dengan mempertimbangkan harga, estetika, dan ruang di perut, akhirnya aku pesan 4 makanan ini yaitu :
1. Spaghetti aglio e olio Rp. 35.000
2. Gado gado Rp. 28.000
3. Nasi goreng atsiri Rp. 40.000
4. Swedish meatballs Rp. 35.000
Harga tersebut belum termasuk PPN 10% dan service charge 5%.

Dari tampilan, katalog dan kenyataan lumayan mirip,kalau dari rasa dari keempat menu itu menurutku yang paling oke adalah nasi goreng. Swedish meatbalss enak juga tapi porsinya kecil jadi kurang kenyang. Untuk gado-gadi tipe bumbunya mirip sama pecel, bukan kayak gado gado siram ala Surabaya. Kalau kata anak-anak, untuk spagetti aglio e olio mereka lebih suka yang biasa aku masakin di rumah. Tapi overall bolehlah makan disini karena ambience nya enak banget, jadi berasa punya quality time bareng.

Karena harga minuman setara sama makanan, jadi aku cuma pesan 2 minuman aja yaitu :
1. Chamomile tea Rp. 35.000
2. Iced malaka coffee Rp. 28.000
Untuk minumannya keduanya cakep banget buat difoto dan rasanya juga enak. Chamomile tea disajikan dengan madu, yang normalnya ga akan habis kalau diminum 1 orang saja. Jadi biar ga mubazir, silahkan minta gelas tambahan ke petugasnya.

Setelah motret dan ngabisin makanan, aku lihat jam, dan ternyata masih lumayan siang (belum sore) padahal kayaknya kami udah lumayan lama di restoran. Kayaknya di tempat ini waktu lebih mindful dan berjalan lebih slow. Di dekat restoran ada taman bunga marigold orange dan kuning yang bagus juga jadi tempat untuk mengabadikan moment. Kalau pengen lebih lama di tempat ini, bisa juga booking Glamping atau fasilitas hotel yang juga disediakan oleh pengelola. Sekedar info yang mungkin ga terlalu penting adalah, kalau ke tempat ini jangan lupa cuci tangan karena sabunnya aroma lemongrass yang enak banget hehehe...

Kelar explore menuju pulang, sempatkan dulu mampir ke toko aromatik yang menjual personal care dengan sentuhan minyak atsiri beragam jenis. Buat yang pengen bikin sabun atau shampo dengan essential oil bisa juga bikin custom disini sesuai dengan kebutuhan dan aroma yang kita inginkan. Sebagai pecinta essential oil, aku beli 1 biji aroma 1963 yang kata mbaknya adalah salah satu signature dari Rumah Atsiri. Aromanya perpaduan antara lemongrass dan lemon yang seger banget buat menemani tidur. Oya harga essential oil disini standar, kalau dibandingkan sama YLEO kayaknya ini lebih murah, di marketplace aku sering nemu pure EO varian hampir sama dengan harga yang lebih murah.

Jalan-jalan ke Rumah Atsiri sangat menyenangkan, selain tempatnya bagus, selama perjalanan menuju tempat ini juga terbentang pemandangan yang indah banget, dan beragam tempat makan dengan pemandangan yang cakep.

Sekian cerita kali ini, sampai ketemu di cerita jalan-jalan selanjutnya. Stay healthy dan happy :).

-Dari Aku- 



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman