Hallo apa kabar? Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat bersama orang-orang tersayang.
Beberapa waktu yang lalu aku pernah baca di salah satu artikel di finansialku.com mengenai hal-hal yang perlu kita cheklist/penuhi sebelum memulai untuk investasi. Setuju banget sama artikel itu, berdasarkan apa yang aku alami, memang ada beberapa hal yang sudah harus terpenuhi sebelum kita memulai investasi agar lebih tenang dan ga gampang panik. Yang namanya investasi pasti ada naik turunnya, balik lagi ke tingkat risiko yang kita siap terima. Ini beberapa list dari artikel tersebut yang aku ceritain dengan penyesuaian dari sudut pandangku, check this out :
1. Punya tempat tinggal
Sebagai manusia kita pasti butuh tempat tinggal. Konteksnya adalah benar-benar tempat untuk tinggal, bisa ikut orang tua, kontrak, sewa, atau rumah sendiri. Biar tenang memang kita harus punya tempat tinggal, it's goot kalau memang punya sendiri, tapi kalau harus sewa kita harus punya perencanaan untuk bayar sewanya sebelum memulai investasi.
2. Arus kas harus positif
Sebelum mulai investasi kita harus punya arus kas yang positif yaitu penerimaan bisa memenuhi kebutuhan, yang harus diingat adalah kebutuhan ya...bukan keinginan, karena biasanya yang ngabisin uang itu keinginan. Investasi itu kan menempatkan modal ke dalam suatu instrumen, hal yang paling penting dari investasi adalah adanya modal. Untuk investasi baiknya pakai modal yang sudah kita punya, jangan modal hasil pinjam karena nanti ada risiko bikin sport jantung.
3. Tidak punya hutang konsumtif
Sebelum mulai investasi, kalau punya hutang konsumtif seperti hutang kartu kredit yuk segera dilunasi. Kartu kredit itu memang terlihat menggoda ditambah dengan banyaknya promo yang ditawarkan. Tapi kita harus punya pengendalian diri yang kuat untuk berbelanja sesuai kemampuan dan selalu membayar penuh tagihan kartu kredit sebelum jatuh tempo. Aku sendiri punya kartu kredit dan kadang-kadang masih ku pakai kalau pas lagi ada promo atau butuh beli sesuatu mendekati tanggal gajian dimana uang cash sudah minimal. Nanti setelah gajian, biasanya langsung aku bayar penuh biar ga kena bunga, sekaligus pengendalian diri biar ga "tuman" keenakan pakai kartu kredit.
4. Dana darurat terpenuhi
Dana darurat adalah hal yang sangat penting, bukan hanya untuk kenyamanan investasi tapi juga kenyamanan hidup. Beberapa bulan ini tunjangan kinerja PNS yang kerja di Pemda belum dibayarkan padahal biasanya tunkin itu dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bahkan ada juga yang dipakai untuk angsuran hutang. Kalau ada darurat bisa lah pinjam dana darurat dulu untuk memenuhi kebutuhan, nanti kalau dapat rapelan bisa buat ganti dana darurat yang dipinjam. Nah kalau engga kan bisa repot, bisa aja kita nutup lubang dengan menggali lubang baru atau bisa aja mencairkan investasi kita. Padahal saat kita butuh uang itu belum tentu posisi investasi kita itu lagi cuan, kan malah ga enak. Besaran dana darurat ini bisa berbeda jumlahnya untuk masing-masing orang/keluarga.
5. Punya tujuan/target investasi yang jelas
Sama halnya kayak naik kendaraan, investasi juga haru punya tujuan, bukan pemikiran "Pokoknya aku harus investasi, ga tau nanti buat apa". Berdasarkan pengalamanku, sesuatu yang ga ada tujuannya biasanya akan disitu-situ aja dan tidak bisa termonitor dengan baik. Bagi pribadi yang disiplin mungkin portofolionya bakal nambah, tapi kalau yang gampang tergoda bisa jadi portofolio akan digerogoti karena emang ga tau juga mau dipakai buat apa. Menentukan tujuan investasi merupakai salah satu lagkah penting untuk mencapainya, selain ada juga besaran dana yang kita masukin dan jangka waktu yang kita rencanakan.
6. Pakai uang dingin untuk investasi
Uang yang dipakai untuk investasi sebaiknya adalah uang dingin. Semakin tinggi risiko produk investasi yang kita pilih maka uangnya juga harus semakin dingin. Misalnya untuk membeli obligasi atau logam mulia (emas) kita bisa pakai uang yang belum akan kita gunakan selama 3 tahun kedepan, sementara untuk membeli saham kita pakai uang yang belum akan digunakan untuk 5 tahun kedepan. Hal ini berguna untuk menjaga kesehatan mental apabila terdapat fluktuasi dalam investasi yang sedang dilakukan.
7. Tau profil risiko
Semua orang pasti ingin untung besar, tapi tidak semua orang siap dengan risiko yang besar. Jadi hal penting yang harus dimiliki adalah mengetahui di level mana kita siap menerima risiko investasi. Level risiko ini ada yang konservatif, moderat, dan agresif. Biasanya kamin gede dana darurat yang dimiliki orang akan cenderung lebih agresif karena walaupun investasinya legi jatuh tapi kebutuhan dia tetap terpenuhi dengan baik. Yang repot adalah kalau dana daruratnya minimalis tapi ambil instrumen yang agresif, pas butuh dana bertepatan dengan posisi investasi yang lagi turun, terpaksa deh harus cut loss, kan sayang...
8. Tau produk-produk investasi
Edukasi adalah dasar sebelum kita memulai investasi. Sekarang ini marak banget influencer mempromosikan beberapa produk dengan penggambaran return yang sangat menggoda, dimana belakangan diketahui mereka telah melakukan penipuan/kejahatan kepada pengikitnya. Yang paling gampang adalah cek dulu apakah produk investasi yang mau kita beli terdaftar dan diawasi oleh otoritas yang berwenang, bisa OJK atau Bapepti. If product too good to be true, this is too good to be true. Semua produk ada risikonya, mari kita pilih yang sesuai dengan tingkat risk and return yang bisa diterima.
9. Punya strategi untuk mengatur uang
Ketika mulai melakukan investasi, kita juga harus mempunyai strategi untuk mengatur uang. Banyak banget orang yang selalu menyampaikan semboyan "dont put your egg in one basket" karena kalau basket nya jatuh nanti bisa pecah semua. Ungkapan ini menurutku lebih cocok untuk investor pemula dimana harus memecah risiko dengan membaginya ke instrumen dengan risiko rendah, sedang, dan tinggi. Sampai sekarang aku sendiri masih meletakkan uang di banyak jenis instrumen dengan risiko mulai rendah sampai tinggi. Namun untuk investor yang udah pinter ada yang meyakini bahwa sentralisasi dengan memilih lebih sedikit jenis instrumen akan membuat return yang didapatkan menjadi lebih besar, tentunya dengan analisa yang sangat matang.
10. Punya pengalaman pada produk investasi
Pengalaman mengenai dunia investasi membuat kita menjadi lebih dewasa dalam menyikapi risiko pada suatu instrumen. Investor dengan jam terbang yang tinggi akan mempunyai tingkat pengendalian yang lebih baik.
11. Punya asuransi kesehatan
Kesehatan adalah satu hal yang penting dalam kehidupan dan bisa jadi membutuhak biaya unlimitted. Maka dari itu sebelum melakukan investasi, miliki dulu asuransi kesehatan. Beberapa tahun belakangan semua warga Indonesia wajib untuk ikut BPJS Kesehatan yang ternyata walau banyak yang bilang ribet, tapi banyak banger membantu masyarakan untuk memperoleh layanan kesehatan dengan biaya gratis atau kalaupun nambah masih bisa di handle. Memiliki asuransi swasta itu bagus banget karena pelayanannya pasti lebih baik dari BPJS. Selamat bagi karyawan yang dapat asuransi tambahan dari kantor, tapi kalau ga dapat BPJS sudah lumayan sambil berdoan biar selalu sehat dan kalaupun sakit yang masih bisa ditangani oleh faskes tingkat 1.
Itu dia cheklist sebelum mulai investasi yang aku sadur dari website finansialku.com dengan sedikit update dan aku sesuaikan dengan pemikiranku. Semoga bermanfaat.
-Dari Aku-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar