Hallo apa kabar? Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan bahagia bersama orang-orang tersayang.
Pada tulisan beberapa waktu lalu yang bisa dibaca di sini tentang investasi untuk pegawai kali ini aku mau ngajakin kenalan sama instrumen investasi nomor 4 di tulisan tersebut yaitu Reksadana. Aku mengibaratkan tujuan keuangan kita itu adalah tempat yang dituju dan uang yang kita punya adalah mobil atau kendaraan. Kita pasti pengen dong sampai tujuan dengan selamat dan tepat waktu. Bagus banget kalau kita punya kemampuan dan waktu untuk nyetir senidiri, artinya kita kelola sendiri uang yang dipunya untuk mencapai tujuan. Nah bagi yang super sibuk atau belum mempunyai kemampuan dan waktu yang memadai bisa hire "supir" bernama manager investasi. Mungkin namanya mentereng ya manager investasi, tapi sebenarnya tidak se rumit itu kok, dengan membeli reksadana otomatis kita sudah membayar manager investasi untuk mengelola uang kita.
Sebagaimana supir kendaraan, manager investasi juga bermacam-macam karakternya. Ada yang pengen cepat sampai dengan cara gas poll dan agak grasak grusuk, ada yang alon-alon waton klakon, ada juga yang santai tapi konsisten, ada juga yang penuh perhitungan biar sampai tepat waktu. Untuk melihat karakter dan kualitas manager investasi kita bisa cek di prospektus, kinerja CAGR reksadana, dan dana kelolaan reksadana tersebut.
Secara umum reksadana dibedakan menjadi 4 golongan yang akan aku ceritain satu satu di bawah ini :
1. Reksadana Pasar Uang
Reksadana pasar uang (RDPU) adalah reksadana yang portofolio investasinya berupa produk-produk pasar uang. Kalau dilihat dari gambar disampaing yang merupakan beberapa produk RDPU terlihat bahwa tingkat return nya tidak yang terlalu fantastis tap lumayan lebih tinggi jika dibandingkan dengan deposito di bank konvensional.Kelebihan RDPU ini jika dibandingkan dengan deposito, walau return nya sama namun di produk ini adalah tidak dikenakan pajak, sementara pada deposito dikenakan pajak sebesar 20% dari bunga.
Di samping ini adalah salah satu RDPU yang dijual di Bibit yaitu Sucorinvest Sharia Money Market Fund. Kalau belum punya akun di Bibit bisa cek artikel ini untuk cara daftarnya.Dilihat dari grafik, hampir semua RDPU bentukannya seperti ini, lurus mengarah ke kanan atas yang menandakan stabilitas tapi pelan-pelan. Dengan grafik seperti ini menandakan bahwa produk ini sesuai untuk "pemilik mobil" dengan karakteristik konservatif. Proses pembelian dan penjualan reksadana ini juga cukup singkat sehingga menawarkan fleksibilitas yang tinggi, ditambah lagi dengan grafiknya yang lurus sehingga mengurangi risiko fluktuasi harga sehingga bisa dicairkan kapanpun kita butuh dana cash. Reksadana ini mulai bisa dibeli dengan nominal Rp. 10.000,- sampai terserah jumlah uang kita ada berapa.
Pada gambar diatas CAGR menunjukkan kenaikan return selama 1 tahun, sedangkan Total AUM menunjukkan seberapa besar "mobil" yang disetirin sama manager investasi tersebut. Semakin gede nilainya maka si supir semakin dipercaya oleh pemilik mobil.
2. Reksadana Pendapatan Tetap
Reksadana pendapatan tetap (RDPT) adalah reksadana yang minimal investasinya 80% ke instrumen obligasi, maka dari itu banyak yang menyebutnya Reksadana Obligasi. Bisa dilihat pada gambar disamping, return dari reksadana ini cukup menjanjikan berkisar antara 5%-8%. Investasi RDPT ini juga bisa dilakukan mulai dengan nominal Rp. 10.000,- tergantung jenis reksadana yang dipilih. Untuk beberapa RDPT ada yang minimal Rp. 100.000,- dan Rp. 1.000.000,- bisa disesuaikan antara produk dan kemampuan financial.
Setelah sebelumnya aku suka banget sama Sucorinvest Stable Fund (SSF), kemarin baru tau kalau ternyata ada yang grafiknya mirip SSF tapi syariah yaitu Sucorinvest Sharia Sukuk Fund (SSSF). Berbeda dengan grafik SSBF diatas, produk ini lebih stabil. Tapi ya karena baru dikeluarkan pada pertengahan November 2021 jadi kinerjanya masih belum diketahui. Sepertinya produk ini cukup banyak peminat karena hanya dalam beberapa bulan Total AUM sudah mencapai Rp. 434 Milyar. Biasanya RDPT yang punya grafik stabil, dananya banyak dialokasikan ke obligasi korporasi yang memberikan return lebih tinggi daripada pemerintah dengan fleksibilitas yang lebih terbatas. Gimana kinerja dari Sucorinvest Sukuk ini? Mari kita coba dulu dan lihat hasilnya...
Karena tidak semua RDPT punya grafik yang mulus kayak SSF dan SSSF maka reksadana ini sesuai untuk orang dengan profil risiko moderat dengan tujuan keuangan yang ditargetkan dalam waktu 1-3 tahun. Untuk penjualan RDPT ini memerlukan waktu yang lebih lama dari RDPU yaitu sekitar 3-7 hari.
3. Reksadana Saham
4. Reksadana Campuran
Dari gambar ini kita bisa melihat kalau reksadana campuran juga mempunyai fluktuasi yang cukup tinggi. Maka dari itu strategi untuk membeli saham ini bisa disamakan dengan RDS yaitu beli bertahap atau dollar cost averaging. Kemudian untuk jangka waktu menurutku sesuai untuk yang diatas 3 tahun.
Belinya kan sudah, trus kapan jualnya? Reksadana yang diperuntukkan untuk tujuan tertentu bisa dicairkan kalau sudah tiba saatnya kita akan merealisasikan tujuan tersebut. Tapi kalau emang silau dengan keuntungan yang sudah tinggi ya bolehlah direalisasikan, tapi jangan lupa harus segera di switch ke instrumen/reksadana lain biar uangnya tetep sesuai tujuan.
Sekian cerita tentang reksadana, semoga bermanfaat dan membuat kita lebih tertib dalam financial planning.
-Dari Aku-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar