Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

04 Februari 2022

Belajar Tentang YOLO dari Kampung Milyarder Tuban. Kalau Dapat Uang Rp. 2 Milyar Aku Bakal....

-- Sumber : Istimewa --


Hallo apa kabar? Semoga kita semua dalam keadaan sehat wal afiat bersama orang-orang tercinta.

Kemarin pas selancar di internet ada topik yang lagi viral yaitu beberapa warga kampung miliarder Tuban merasa menyesal telah menjual tanahnya ke Pertamina. Februari 2021 lalu, santer juga beredar berita bahwa warga Tuban yang dapat ganti rugi pembebasan tanah dari Pertamina ramai-ramai membeli mobil baru dari dealer, ga cuma 1 mobil ada juga beberapa yang membeli 2 mobil, luar biasa. Ya mungkin para warga waktu itu bingung ya uangnya mau dipakai buat apa karena sebelumnya mungkin belum pernah mendapatkan uang sebanyak itu.
Sumber berbeda menyatakan bahwa kepala desa di Tuban menyatakan warganya yang kesulitan keuangan adalah yang sebelumnya berprofesi sebagai buruh tani, mereka kehilangan mata pencaharian karena lahan yang biasa dikerjakan sudah tidak ada. Untuk pemilik tanah sendiri sampai sekarang masih sejahtera karena ganti rugi yang diberikan Pertamina 3x lipat dari harga pasar yang berlaku.

Terlepas dari itu, yuk kita berandai-andai kalau tiba-tiba dapat uang 2 Milyar sekaligus. Kalau aku dikasih uang segitu dari ganti rugi asset yang kumiliki aku bakalan mengalokasikannya untuk hal-hal berikut :

1. Zakat Rp. 50.000.000,-
Karena aku muslim, jadi hal pertama yang dilakukan kalau terima penghasilan adalah bayar zakat 2,5% dari Rp. 2 Milyar yaitu Rp. 50 juta biar hartanya berkah.

2. Bersenang-senang Rp. 100.000.000,-
Self reward itu penting, jadi kalau terima uang yang banyak jangan lupa untuk bersenang-senang. Beli hal-hal bermanfaat uang sebelumnya aku pengen tapi ga bisa kebeli atau sayang untuk dibeli, bisa jual buat jalan-jalan ke tempat yang sudah lama hanya sebatas angan-angan. Tapi tetep ya semua harus sudah direncanakan. Untuk bersenang-senang perlu juga melibatkan keluarga biar semuanya happy. Budget untuk pos ini adala 5% dari total dana yaitu Rp. 100 juta, cukup lah ya buat liburan keluarga kecil ke Cappadocia, hehehe....

3. Beli fixed asset Rp. 800.000.000,-
Karena ini uang ganti rugi atas pelepasan aset, jadi harus ada porsi yang dialokasikan untuk beli tanah atau rumah yang selain bisa buat pegangan juga bisa memberikan penghasilan. Tanah bisa ditanami buah, sayur, atau palawija, sedangkan rumah bisa disewakan kepada orang lain. Untuk hal ini alokasiku sekitar 40% dari total yaitu Rp. 800 juta.

4. Investasi low risk Rp. 850.000.000,-
Fixed asset sudah, sebagai orang yang mentalnya belum sanggup untuk jadi enterpeneur jadi alokasi selanjutnya adalah investasi dengan risiko yang cukup rendah. Pilihannya adalah deposito, reksadana pasar uang, ORI, emas/logam mulia, dan reksadana obligasi yang punya return menyerupai pasar uang sebesar 42.5% atau sebesar Rp. 850 juta. Dari investasi ini ekspektasi return adalah 7% per tahun atau sebesar Rp. 4,9 juta per bulan, lumayan banget buat tambahan passive income, syukur-syukur kalau dapat instrumen yang tetep low risk tapi return nya lebih gede.

5. Investasi high risk Rp. 200.000.000,-
Balik lagi ya...karena ga punya mental pengusaha aku akan alokasikan sebagian uang di instrumen dengan risiko dan return yang cukup tinggi. Pilihan dari pos ini adalah saham (langsung beli via sekuritas), peer to peer lending, dan reksadana saham. Untuk crypto dan forex aku belum mempelajari lebih jauh jadi engga dulu. Untuk reksadana saham, ngecek dai salah satu platform return CAGR nya sekitar 9%, tapi sebenarnya kalau bisa dapat timing yang pas saat pembelian bisa dapat return lebih besar. Kalau saham langsung return nya tergantung seberapa jago kita dalam stock pick dan market timing, bisa untung gede bisa juga rugi banyak. Untuk peer to peer lending dari yang aku sudah jalani rata-rata bisa kasih return 12% per tahun, cukup tinggi tapi masuk akal. P2P Lending walau sebenarnya bikin ga terlalu deg-degan kayak pasar modal, tapi tetep aja ada risiko yang besar. Salah satu mitigasi yang bisa dilakukan adalah pilih pendanaan yang dijamin asuransi.

Sekian cerita dan berandai-andai kali ini...semoga aja suatu saat jadi kenyataan (eh...tapi harus beli tanah dulu biar nanti ada kesempatan buat dapat ganti rugi, kalau ga punya asset kan ga mungkin dapat ganti rugi hehehe...).


-Dari Aku-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman