Hallo apa kabar? Semoga kita selalu dalam keadaan sehat wal afiat dan bahagia bersama orang tercinta.
Segala sesuatu yang berhubugan Pegawai Negeri Sipil selalu rame untuk jadi bahan gorengan media, mulai dari kenaikan gaji, pemberian THR, pemberian pensiun, jumlah kekayaan, sampai dengan perilaku PNS yang beraneka ragam. Konon katanya PNS juga merupakan menantu yang ideal, hidupnya pasti bakal berkecukupan. Makanya setiap kali pendaftaran CPNS pasti banyak banget peminatnya, saya salah satunya hehehe....
Anggapan bahwa kalau sudah jadi PNS maka hidupmu bakal aman dan nyaman itu ada benarnya, tapi ya tergantung pada masing-masing orang dan terkantung syarat dan ketentuan. Setahun menjadi PNS aku menemukan ternyata PNS pada beberapa aspek pekerjaan mirip sama swasta, pekerjaan juga ga se santai yang aku bayangkan dulu, tingkat kedisiplinan juga baik. Untuk kabar bahwa dengan jadi PNS itu hidup akan nyaman ternyata tidak sepenuhnya benar. Tidak semua PNS hidupnya bahagia, dan ternyata setelah aku amati ternyata ada beberapa faktor yang membuat jadi begitu, utamanya terkait uang. Uang memang ga bisa membeli kebahagiaan, tapi kalau punya uang kita akan lebih mudah untuk bahagia daripada gak punya uang. Nah ternyata ada juga loh orang-orang yang bahagia dengan menjadi PNS. Yuk kita kulik faktor-faktor biar bisa menjadi PNS/ASN bahagia (kalau ada tambahan nanti akan aku edit di post ini).
1. Manage your expectation
Ketika memutuskan buat daftar CPNS, hal pertama yang harus diketahui adalah bagaimana pekerjaan dan penghasilan sebagai seorang PNS. Untuk pekerjaan, beberapa satuan kerja/bidang ada yang kerjaannya ga ada habis habisnya, tapi ada juga bidang yang cukup santai. Jadi sebelum memilih instansi coba di kulik-kulik dulu jika memang tolak ukur kebahagiaan salah satunya dari tingkat beban kerja.
Hal lain yang perlu dikulik adalah mengenai penghasilan. Dulu itu ada lagu mengenai Pak Guru Umar Bakri yang digambarkan bergaji sangat minimalis. Tapi untuk jaman sekarang gaji guru apalagi yang sudah sertifikasi dan hidup di kota yang tidak terlalu besar, bisa dibilang cukup untuk hidup di kelas menengah. Gaji PNS di seluruh Indoseia besarannya sama, yang membedakan adalah tunjangan kinerja (atau istilah lain yang serupa). Besaran tunkin tersebut tergantung dari Satuan Kerja tempat PNS itu bernanung dan rentangnya bisa sangat lebar antara Satker satu dengan yang lain. Ada yang memberikan tunkin dengan besaran dibawah gaji pokok, ada yang ga jauh beda dengan gaji pokok, dan ada yang berlipat-lipat dari gaji pokok. Kalau tolak ukur kebahagiaan adalah dari penghasilan yang diterima, pas daftar CPNS pilihlah instansi yang memberikan tunkin berkali-kali lipat dari gaji pokok (misalnya Direktorat Jendral Pajak, Pemprov DKI, Bea Cukai, BPK, dll).
Kalau sekarang ada di instansi yang beban kerjanya cukup berat, besaran tunkinnya biasa saja, dan kamu ga merasa bahagia, better atur kembali ekspektasimu atau bisa bikin way out yang lain.
2. Hidup dari yang pasti-pasti saja
Dengan gaji pokok PNS yang untuk daerah perkotaan besarannya lebih kecil dari UMK, maka rasanya sulit untuk hidup hanya dengan mengandalkan gaji pokok saja. Maka dari itu biasanya tunjangan kinerja juga menjadi sumber untuk menopang kebutuhan PNS. Penghasilan yang pasti adalah gaji, tunjangan bisa dibilang 90% pasti karena ada beberapa faktor yang membuat tunjangan yang diterima tidak penuh. Atau untuk PNS Pemda di awal tahun ini mereka beberapa bulan terlambat menerima tunkin karena kendala pada sistem. Berusaha hidup dari gaji dan tunkin menurutku adalah salah satu cara untuk menjadi PNS bahagia. Mengutip dari seorang financial planner "Biaya hidup itu murah, biaya pamer itu mahal". Kalau memang penghasilan hanya cukup buat hidup, ya ga usah maksain untuk bisa pamer.
Dalam pekerjaannya kadang PNS juga menerima imbalan jika melaksanakan pekerjaan, yang paling umum adanya adanya uang harian jika melakukan perjalanan dinas yang nominalnya walaupun ga bisa dibilang besar tapi lumayan. Banyak orang tergantung uang harian untuk kehidupan sehari-hari, padahal ini kan ga pasti dan ga bisa diatur dalam sebulan bisa dapat berapa. Ketergantungan terhadap penerimaan yang ga pasti ini membuat kerja jadi ga tenang, dan high tempered kalau jumlah uang harian yang diterima ga sesuai ekspektasi. Untuk beberapa orang yang melihat uang harian sebagai bonus, aku yakin suasana hatinya bakal lebih tenang.
3. Manage your debt
"PNS kalau ga hutang ya gak akan punya apa-apa", kata-kata itu sering aku dengar. Heeemm...mengenai kebenarannya aku ga bisa comment, yang jelas kedua orang tuaku PNS, mereka sama sekali ga pernah berhutang ke bank, sekarang punya rumah tinggal dan kendaraan yang diperoleh secara cash (walaupun kalau dibanding teman-temannya yang lebih "berani" termasuk telat banget). Dalam masa pensiunnya Alhamdulillah kedua orang tuaku cukup dengan gaji pensiunan yang mereka terima.
Sesuai dengan aturan dasar kredit, cicilan itu maksimal sebesar 30% dari penghasilan, kalau lebih dari itu biasanya akan jadi ga sehat. Berhutang bagi PNS itu boleh saja apalagi kalau hutangnya untuk keperluan dasar seperti rumah. Dalam kenyataannya beberapa PNS terjebak pada hutang konsumtif untuk meningkatkan gaya hidup dengan cicilan lebih dari 30% dari penghasilan yang diterima. Bay the way PNS adalah salah satu pekerjaan yang diperbolehkan untuk mempunyai cicilan hutang lebih dari 30% karena dianggap ada penghasilan lain di luar gaji, apalagi kalau pasangannya juga bekerja. Alih-alih bikin semangat kerja, cicilan yang besar seringkali malah membuat jadi malas karena merasa walaupun kerja tapi berasa tidak dapat apa-apa. Cicilan besar, gaji biasa saja, penerimaan lain-lain ternyata meleset, kebanyakan orang akan memilih solusi gali lubang tutup lubang untuk memenuhi kebutuhan hidup, yang endingnya sudah bisa dibayangkan, hidup jadi ga tenang.
4. Banyak bersyukur
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat." (QS Ibrahim ayat 7).
Sampai saat ini aku meyakini bahwa kunci kebahagiaan adalah rasa syukur. Gak cuma buat PNS saja tapi buat semua orang. Dengan melihat keatas akan membuat kita termotivasi, tapi jangan sampai timbul iri hati yang berlebihan, dengan melihat kebawah maka akan menumbuhkan rasa syukur, ternyata kita lebih beruntung dibanding orang-orang tersebut. Sumber kebahagiaan masing-masing orang berbeda, ada yang bahagia kalau dapat duit, ada yang bahagia naik pangkat, ada yang bahagia kalau portofolionya hijau, ada yang bahagia punya pasangan dan anak yang solih, ada yang bahagia kalau pulang kerja dapat sambutan hangat keluarga, ada juga yang bahagia hanya dengan melihat senyum dari orang-orang tersayang. Semakin mudah kita merasa bahagia adalah anugerah yang kuasa.
5. Cari side hustle (optional)
Bagi PNS yang masih merasa punya idle capacity bisa juga untuk mencoba side hustle yang halal. Banyak teman-teman orang tuaku yang selain jadi PNS juga punya usaha di bidang pergadangan atau pertanian, hasilnya...mereka punya uang lebih banyak daripada yang lain. Kalau jaman sekarang seiring dengan perkembangan teknologi, banyak pekerjaan yang bisa dilakukan secara remote dengan waktu yang flexible. Bagi yang merasa masih punya waktu setelah mengurus kantor yang rumah bisa cobain join di platform freelancer. Tapi kalau dengan ngerjain side hustle malah jadi burn out ya udah berarti nikmati aja pekerjaan kantor dan mencukupkan diri dengan yang sudah ada, toh juga sebenarnya tujuan akhir dari hidup adalah bahagia.
Sekian cerita kali ini, semoga kita semua termasuk orang yang mudah bersyukur dan bahagia, Amiin YRA.
-Dari Aku-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar