Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

22 Februari 2022

Good Job Government !!! Pemerintah Gercep Tangani Covid-19

 



Hallo apa kabar? Semoga kita semua dalam keadaan sehat, kalaupun sakit semoga segera diberikan kesembuhan.


Beberapa minggu ini kasus Covid-19 meledak lagi dengan sangat masif karena varian Omicron penyebarannya ga ada rem. Dari awal pandemi seorang teman mengatakan "udahlah semua akan covid pada waktunya, ga tau sekarang atau kapan". Waktu itu denial banget pokoknya pengen banget buat bebas dari covid-19 soalnya di awal dulu gejalanya parah banget dan banyak yang meninggal, udah gitu protokol pemakaman penderita covid juga bikin sedih. Awalnya orang yang kena covid adalah yang cuma kenal nama, lama-lama kok orang yang kenal dekat dan finally aku sendiri yang kena. Tapi ya emang sejak orang-orang yang kukenal akhirnya kena covid-19 semangatnya bukan lagi "pokoknya aku ga boleh kena" tapi "pokoknya aku harus survive kalaupun emang harus kena".


Hari minggu siang selepas makan siang aku berasa serak di tenggorokan kaya mau flu gitu. Senin pagi bangun tidur berasa pusing dan tenggorokan tetep serak, karena takut tunkin kepotong akhirnya masuk kantor aja dan bertahan sekuat tenaga buat ikut upacara. Waktu di kantor rasanya tetep pusing dan mata mulai panas tanda badan mulai demam. Selasa aku memutuskan untuk ambil cuti dan pergi ke puskesmas sama kali aja disuruh buat swab, ternyata cuma dikasih obat dan kalaupun swab itu bisa dilakukan kalau 3 hari ga sembuh. Berhubung di rumah masih ada alat swab yang dulu beli dengan harga lumayan mahal, akhirnya iseng deh swab sendiri dengan hasil positif. Kaget tapi ya udahlah...yang penting gejalanya masih under control. Siang itu aku laporan ke kantor dan ternyata banyak banget teman-teman sekantor yang juga senasib sepenangungan dan alhamdulillah kami semua bergejala ringan sehingga cukup istirahat di rumah. 


Akhirnya para pejuang negatif yang di kantor itu dimasukin ke grup WA untuk mempermudah penyampaian informasi dan monitoring. Dari situ aku jadi tau kalau ternyata Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan sudah bikin program untuk menangani ledakan gelombang omicron dengan memanfaatkan teknologi. Salut deh buat pemerintah, berasa ga sia-sia kemarin sudah bayar kekurangan pajak hehehe...


Untuk pasien yang sudah tested positive di lab (boleh antigen atau PCR) yang terafiliasi dengan peduli lindungi, hasil tes akan muncul pada aplikasi tersebut dan bisa melakukan langkah-langkah berikut untuk bisa dapat obat dari Pemerintah :


1. Masuk ke website https://isoman.kemkes.go.id/ dan masukkan NIK untuk melakukan pengecekan apakah berhak untuk mendapatkan fasilitas dari Pemerintah. Untuk sementara, program ini hanya berlaku untuk area DKI Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, Karawang, Bandung, Semarang Raya, Surakarta Raya, Kota Jogjakarta, Surabaya Raya, Malang Raya, Kota Denpasar, Nusa Dua.


2. Pasien bisa melakukan konsultasi secara daring dengan dokter di salah satu platform layanan telemedisin (seperti halodoc, alodoc, good doctor, dll) secara GRATIS di menu Konsultasi dan memasukan kode voucher ISOMAN di aplikasi yang Anda pilih.


3. Lakukan konsultasi dokter dengan menginformasikan Anda adalah pasien program Kementerian Kesehatan.


4. Setelah melakukan konsultasi dengan dokter maka pasien akan mendapatkan resep yang terdiri obat-obatan dan beberapa vitamin.


5. Melakukan penebusan obat gratis paket dari pemerintah melalui website https://isoman.kemkes.go.id/pesan_obat dengan memasukkan screen capture resep dari dokter.


6. Obat akan masuk ke sistem Apotek Kimia Farma terdekat dan mereka menyiapkan pengirimannya dengan ekspedisi SiCepat.

Perlu waktu 1 hari hingga obat dari Kemenkes nyampe ke rumah dan isinya 3 macam obat ini yang ternyata kalau ditotal mahal juga harganya. Yang pertama ada 4 strip pavipiravir @Rp. 225.000, kedua 1 strip paracetamol @Rp. 1.650, dan ketiga adalah 1 strip multivitamin plus zink @Rp. 42.625. Jadi kalau ditotal obat yang dikirim pemerintah ini seharga Rp. 944.275 diluar ongkos pengiriman pakai SiCepat Sameday Service.


Selama menjalani isoman ini ada juga tracing dari Puskesmas setempat yang tanya beberapa hal dan pada hari ke 3 sejak gelaja pertama aku juga diarahkan untuk PCR ke Puskesmas yang hasilnya keluar 4 hari setelahnya. 


Hari ini masuk minggu kedua aku menjalani isoman dan so far so good. Aku bisa makan enak, tidur nyenyak dan tetap berusaha produktif dengan tetep ikut zoom meeting kantor dan menulis. Semoga at the end of this week pas PCR lagi udah lulus jadi Sarjana Covid.


Sehat-sehat ya semuanya, kalaupun emang kena semoga cepetan recovery dan come back stronger.


-Dari Aku-  



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman