| --Foto : istimewa-- |
Hallo apa kabar? Semoga kita semua dalam keadaan sehat wak afiat dan bahagia bersama orang-orang tersayang.
Setelah sebelumnya aku cerita tentang biaya tes kesehatan CPNS kali ini aku akan cerita mengenai biaya medical check up untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Setelah melalui Pelatihan Dasar (Latsar) yang berlangsung secara full online, ada satu langkah lagi yang harus dipenuhi oleh CPNS agar dapat diangkat menjadi PNS yaitu Medical Check Up. Berbeda dengan swasta yang MCUnya dibiayai kantor, untuk CPNS, MCU dibebankan pada pegawai.
Kebetulan instansi tempat saya bekerja ini lumayan banyak juga requirement untuk MCU nya sehingga tidak bisa pakai paket test yang sudah disediakan oleh salah satu RSUD milik Pemprov Jawa Timur. Di RSUD tersebut MCU untuk CPNS menuju PNS dibedakan menjadi 2 paket, yaitu golongan 2 dan golongan 3 dimana harga golongan 3 lebih mahal. Karena kami adalah CPNS maka untuk test harus ikut paket yang sudah tersedia tersebut dan karena ada tambahan beberapa test yang diminta instansi tapi tidak ada dalam paket tersebut jadi harus menambah biaya lagi.
RSUD tersebut juga mensyaratkan untuk setiap peserta test yang datang ke RS harus melakukan rapid antigen terlebih dahulu, jadi mau ga mau kami datang ke lab untuk antigen yang artinya menambah biaya juga. Berikut biaya yang kami keluarkan untuk MCU demi menuju PNS :
Biaya tes antigen Rp. 90.000
Biaya MCU Laboratorium Rp. 1.245.000
Tes Jiwa MPPI + IQ Rp. 327.000
Wawancara jiwa (psikiater) Rp. 241.000
Total Rp. 1.903.000
Biaya MCU Laboratorium Rp. 1.245.000
Tes Jiwa MPPI + IQ Rp. 327.000
Wawancara jiwa (psikiater) Rp. 241.000
Total Rp. 1.903.000
Ngobrol-ngobrol dengan CPNS di instansi yang sama tapi beda provinsi, biaya yang dikeluarkan jauh berbeda (lebih murah, beberapa bahkan ga sampai setengah dari biaya ini) walaupun permintaan test kami sama. Sebenarnya MCU untuk CPNS ini bisa dilakukan di seluruh RS milik pemerintah, tapi karena pada waktu itu kami hanya punya waktu yang sempit untuk eksekusi jadi pilihannya jatuh pada RS yang sanggup kasih hasil sesuai yang deadline dari Biro SDM Pusat.
Tes Laboratorium (fisik) mebutuhkan waktu 1 hari, dengan persyaratan kita harus puasa sebelum tes, dan bawa bekal setelah pengambilan darah pertama. Yang cukup menyita waktu adalah tes jiwa yang membutuhkan waktu 3 hari kerja karena poli jiwa RS tersebut hanya membuka loket pendaftaran sampai jam 11.00 saja. Oya untuk tes jiwa ini juga menurutku biayanya over expectation mahalnya hehehe...soalnya di tes jiwa waktu CPNS gak semahal ini dan wawancara dengan psikiaternya juga gak nambah biaya lagi.
Untuk tes jiwa ini karena pakai metode MPPI, ada beberapa kawan yang terpaksa harus mengulang karena hasil tes mereka tidak valid. Hasil tes juga ga bisa segera diketahui karena menurut info dari RS untuk mengintepretasikan hasil harus dikirim ke Jakarta (padahal RSUD ini adalah yang terbesar dan terlengkap di kotaku). Untuk pengulangan pertama tes MPPI tidak kena biaya tambahan, tapi ada teman yang harus mengulang sebanyak 2x dan dia diharuskan membayar biaya lagi. Btw tes kejiwaan ini benar-benar menguji kesabaran karena pelayanan dari faskes dan waktu yang dibutuhkan lumayan panjang.
Buat teman-teman yang akan menempuh bahtera CPNS saya ucapkan selamat bertugas, bentar lagi udah masuk kan ya? Jangan lupa sejak gajian pertama menyisihkan gaji buat persiapan MCU pengangkatan PNS. Syukur-syukur kalau dapat yang harga murah, tapi kalau yang lumayan mahal seperti aku setidaknya dananya sudah siap.
Sekian cerita kali ini, semoga bermanfaat.
-Dari Aku-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar