Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

10 Januari 2022

Mau Kemana Setelah Lulus Kuliah? (Part 3) Corporate or Government?

 

Sumber : istimewa


Hallo apa kabar, semoga kita semua dalam keadaan sehat wal afiat dan sedang berbahagia bersama keluarga.

Melanjutkan tulisan sebelumnya disini mengenai mau kemana setelah lulus kuliah, kali ini aku mau kasih perbandingan lagi antara corporate dengan pemerintahan dari beberapa aspek yang aku ketahui. Silahkan dibaca...

Proses Rekrutmen
Proses rekrutmen corporate biasanya berlangsung sesuai kebutuhan, jadi ga bisa diprediksi juga kapan mereka akan buka pendaftaran. Untuk perusahaan besar biasanya mereka buka beberapa kali dalam setahun. Beberapa perusahaan itu pada masa saya cari pekerjaan dulu juga membatasi disi pada beberapa perguruan tinggi saja sesuai preferensi mereka. Waktu itu ada salah satu perusahaan BUMN yang mensyaratkan pendaftar untuk program sekelas management trainee-nya dari ITB, UI, UGM, IPB, ITS, dan UNAIR, selain lulusan kampus tersebut mohon maaf belum bisa mendaftar. Waktu itu saya ikutan juga dan sudah lumayan masuk tahap cukup akhir. Tes terakhir yang saya jalani adalah kesehatan fisik dan interview user yang diselenggarakan di kantor perusahaan. Bagi kandidat yang berasal dari luar kota diberikan fasilitas penginapan dan uang transport untuk menuju lokasi tes. Untuk corporate besar lainnya sepertinya biaya ke tempat tes tidak ditanggung namun peserta tes tidak mengeluarkan biaya selain untuk perjalanan dan penginapan jika diperlukan. Setelah dilakukan serangkaian tes dan dinyatakan diterima, kandidat akan tanda tangan offering letter dan mulai bekerja. 

Kalau kalian merasa punya kemampuan yang oke dan lulus dari perguruan tinggi bonafife, pilihlah program management trainee ketika mendaftar karena jenjang ini akan memberikan benefit yang bagus bagi karyawannya. Nama program ini bermacam-macam diantaranya : management trainee, management development program, officer development program, dan lain-lain.

Beberapa tahun belakangan ini, penerimaan CPNS dilakukan secara serentak oleh seluruh instansi pemerintah di Indonesia melalui Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Penerimaan ini berlangsung setahun sekali (kecuali di tahun 2021 tidak ada penerimaan karena masih pandemi dan penerimaan tahun 2019 juga baru selesai di akhir 2020). Karena dilakukan secara serentak, jadi masing-masing pemegang KTP yang memenuhi kualifikasi hanya dapat mendaftar pada satu formasi saja. Pesyaratan untuk mendaftar menjadi aparatur sipil negara (ASN) tidaklah terlalu complicated. Persyaratan awal yang harus terpenuhi adalah kandidat adalah lulusan dari perguruan tinggi minimal terakreditasi B. Jadi buat kalian yang masih SMA dan akan mencari perguruan tinggi dan kedepan ingin jadi ASN, maka carilah yang sudah terakreditasi baik. 

Selain akreditasi, jurusan juga akan menjadi persyaratan pada saat melakukan pendaftaran CPNS. Untuk 1 formasi biasanya ada beberapa jurusan yang bisa melamar. Yang sedikit tricky adalah jurusan yang ada "pendidikan dan non pendidikan", jangan salah pilih karena kalau tidak sesuai nanti akan gagal pada saat pemberkasan. Pada saat ini, penerimaan CPNS umumnya dibagi menjadi 3 jenjang yitu diploma 3 (D3), Sarjana (S1), dan Magister (S2) dimana masing-masing jenjang punya entry level sendiri pada saat pertama kali masuk. Lulusan D3 akan menduduki golongan awal 2c, lulusan S1 akan menduduki golongan 3a, dan lulusan S2 akan menduduki golongan 3b. Diantara ketiganya biasanya yang paling banyak dibutuhkan adalah formasi sarjana.

Sebut saja Kinan adalah lulusan sarjana ekonomi yang mengambil magister manajemen dan bergelar S.E., M.M., kemudian mendaftar untuk formasi yang membutuhkan lulusan sarjana ekonomi, lantas apakah Kinan bisa daftar?. Jawabannya adalah BISA. Kinan akan menggunakan ijazah sarjananya untuk mendaftar CPNS, nanti ketika sudah dinyatakan lulus dan diterima, dia akan menduduki golongan 3a. Lah trus S2 nya sia-sia dong.... Kalau kata orang biro SDM salah satu lembaga pemerintah, hal itu merupakan risiko, Kinan menggunakan ijazah S1 nya, maka yang akan diakui adalah gelar sarjananya. Ada beberapa instansi yang membuka kesempatan dengan berbagai prosedur agar S2 yang telah didapatkan sebelum menjadi CPNS bisa diakui, tetapi ada juga instansi yang benar-benar tidak mau mengakuinya. Instansi ini baru akan mengakui gelar S2 apabila yang bersangkutan melaksanakan pendidikan pasca sarjana setelah menjadi ASN (dalam hal ini Kinan harus sekolah lagi). 

Belajar dari hal ini, buat kalian yang sudah lulus sarjana dan pengen lanjut ke S2, bisa dipikirkan lagi apa goals yang ingin kalian capai setelah lulus dari master. Baik di corporate ataupun pemerintahan seringkali sarjana sudah cukup. Jangan menjadikan sekolah pasca sarjana sebagai pelarian karena susah cari kerja hanya bermodalkan S1, karena dari beberapa case yang pernah aku lihat, beberapa kenalan sarjana yang susah dapat kerjaan dan memutuskan untuk lanjut sekolah dan dapat gelas magister, teta sulit cari kerja walaupun sudah naik pendidikannya. Kalau memang pengen S2 terutama yang biaya sendiri, pastikan tujuan kalian sudah jelas misalnya ingin jadi notaris, dosen, peneliti, dan profesi lain yang memang membutuhkan lulusan magister. Bagi yang punya kemampuan diatas rata-rata boleh banget kalau bisa dapat beasiswa pasca sarjana di luar negeri walaupun tanpa pengalaman kerja. Atau bagi yang punya orang tua kaya, sekalian aja kalau mau sekolah pasca sarjana ke luar negeri saja karena gelar S2 dari luar negeri akan sangat dihargai di Indonesia walaupun pengalaman kerja masih belum banyak. Setidaknya kalau kalian sekolah di luar negeri mindset dan cara kerja akan ngikut dan bisa kasih nilai tambah bagi perusahaan...menurut aku.

Tahapan Seleksi
Dari yang pernah aku alami, tahapan seleksi buat jadi karyawan perusahaan itu lumayan banyak, tergantung di posisi mana kalian mendaftar. Untuk posisi management trainee tentu tesnya akan lebih berlapis-lapis dibanding kalau daftar sebagai staff/pelaksana. Seperti biasa yang pertama adalah seleksi administrasi. Untuk corporate seperti banking industry, biasanya jurusan ga terlalu menjadi concern, lulusan apa aja hayuk sini daftar, tapi kalau udah lulus kalian harus siap buat dibentuk jadi apa aja sesuai kebutuhan perusahaan. Dalam banking industry latar belakang pendidikan penting, namun mindset memegang peran yang lebih penting.

Habis tes administrasi biasanya dilanjut dengan serangkaian tes seperti TOEFL atau tes kemampuan bahasa Inggris lainnya, interview, psikotest, dan biasanya ada test kesehatan setelah serangkaian tes tersebut. Kandidat yang sudah lolos sampai tes kesehatan, barulah akan ngobrol sama BOD untuk final interview dan setelah itu baru deh pengumuman ketrima atau enggak. Biasanya semua tes ini ditanggung oleh perusahaan, applicant pokoknya cukup siapin fisik, mental, sama ongkos untuk menuju lokasi tes.

Seleksi buat jadi pegawai pemerintah atau CPNS dimulai dari seleksi administrasi. Masing-masing formasi punya requirement sendiri dan harus sesuai, kalau engga pasti akan ditolak. Setelah lolos administrasi nanti akan ada pengumuman untuk tes selanjutnya yaitu CAT (Computer Assisted Test) yang full dilakukan secara online namun tetap harus datang ke lokasi ujian yang telah ditentukan.Pada tes ini-Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) terdapat 3 kelompok soal yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Kompetensi Pribadi (TKP). Masing-masing tes ada nilai minimal yang harus dicapai untuk bisa lolos dan "diadu" dengan peserta lain untuk maju ke seleksi selanjutnya. Jangan senang dulu kalau nilai kalian memenuhi passing grade, karena teman-teman kalian pasti juga banyak yang bisa mencapainya. Jumlah peserta yang maju pada tahap selanjutnya yaitu Seleksi Kompetensi Bidang (SKD) adalah 3 kali jumlag formasi yang dibutuhkan. Jadi misalnya untuk formasi Pranata Komputer dibutuhkan formasi 2 orang, yang ikut SKD ada 50 orang dan semua lolos passing grade, maka akan diambil 6 orang (2 formasi x 3) dengan nilai tertinggi untuk lanjut ke tahapan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Dimasa pandemi, sebagian besar SKB juga dilakukan dengan metode CAT dan meniadakan seleksi berupa wawancara. Menurutku ini bagus karena dengan semuanya dilakukan secara online dan transparan (nilai tes langsung muncul di live streaming youtube ketika sedang test). Kadang oleh beberapa oknum tes wawancara ini yang dipakai untuk tujuan tertentu. Walau digalakkan untuk full online, namun beberapa formasi seperti dosen masih menggunakan tes tambahan disamping SKB, dan ini beberapa waktu belakangan jadi ramai dan terindikasi kecurangan. Oya sesuai namanya SKB ini benar-benar tes terkait formasi yang sedang dilamar, untuk kisi-kisi materi apa saja yang akan diujikan biasanya ada panduan dari BKN. 

Nilai akhir dari seleksi CPNS adalah gabungan 40% nilai SKD ditambah 60% nilai SKB. Setelah pengumuman integrasi nilai, akan ada waktu jeda untuk sanggah, dan setelah itu pengumuman final. Sampai sini para applicant belum harus keluar uang kecuali untuk transport dan kepentingan pribadi lainnya.

Apllicant yang ditanyakan lulus seleksi SKD dan SKB, akan masuk ke tahap selanjutnya yaitu pemberkasan. Pada tahap ini mulai deh harus menyiapkan budget karena beberapa dokumen yang diperlukan pada tahap ini memerlukan biaya dalam proses pemenuhannya. Beberapa dokumen yang memerlukan biaya itu adalah SKCK, surat sehat jasmani, surat sehat rohani, dan surat bebas dari Narkoba.

Semua dokumen sudah lengkap, trus dikirim deh ke panitia, sambil menunggu pengumuman akhir dan masuk kerja. Di tahap pemberkasan semuanya masih bisa terjadi, jadi jangan jumawa dulu ya...hehehe...

Next post aku akan cerita terkait: awal masuk kerja, gaji, lingkungan kantor, sustainability, dan pensiun. Don't miss it :)

-Dari Aku-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman