| Sumber foto : Istimewa |
Hallo apa kabar, semoga kita semua dalam keadaan sehat wal afiat dan sedang berbahagia bersama keluarga.
Melanjutkan tulisan sebelumnya disini mengenai mau kemana setelah lulus kuliah, kali ini aku mau kasih perbandingan lagi antara corporate dengan pemerintahan dari beberapa aspek yang aku ketahui. Silahkan dibaca...
Awal Masuk Kerja
Baik di pemerintahan maupun corporate pasti ada semacam pengenalan terhadap organisasi. Untuk corporate terutama yang masuk melalui management trainee biasanya ada pendidikan selama beberapa waktu antara 3 bulan sampai 1 tahun. Alhamdulillah dulu pas jadi nube di BUMN aku masih mengalami pendidikan yang 1 tahun. Kerjaan setiap hari adalah pelajaran di kelas selama beberapa minggu, kemudian dilanjut on the job training (OJT) selama beberapa minggu lagi, gitu terus sebanyak 4 cycle dalam 1 tahun. Ketika pendidikan di kelas, konsumsi (makan siang) disediakan di tempat training, untuk penginapan dan transportasi modal sendiri. Pas OJT semua biaya ditanggung sendiri semua, makanya dulu selepas OJT dan kembali ke kelas rasanya pengen balas dendam makan enak hehehe...Masa perkenalan diakhiri dengan penilaian akhir selama masa training, kalau lolos maka di lanjut tanda tangan kontrak sebagai pegawai tetap.
Di lingkungan pemerintahan, Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) harus melewati masa percobaan selama sekitar 1 tahun. Pada waktu ini ada kewajiban CPNS untuk menjalani pelatihan dasar yang dikoordinir oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN). Selama masa ini CPNS tetap menerima gaji dan tidak ada biaya terkait pelatihan yang harus dilaksanakan. Sebelum pandemi, Latsar dilakukan secara tatap muka dan biaya perjalanan ditanggung oleh instansi. Ketika pandemi tahun kemarin, Latsar dilakukan ada yang full online ada yang hybrid. Bagi yang full online, para CPNS harus mengalokasikan dana untuk kebutuhan kuota. Selain Latsar, CPNS juga sudah ditempatkan di bidang dimana nanti mereka akan bertugas untuk beradaptasi sehingga begitu ditetapkan menjadi PNS sudah bisa langsung "lari". Ketika kewajiban untuk Latsar telah selesai, maka tiba saatnya yang dinanti yaitu pelantikan menjadi PNS yang istilahnya kalau di swasta adalah pegawai tetap. Aku baru tau juga ternyata kebijakan masa CPNS ini bisa berbeda untuk masing-masing instansi, ada yang 1 tahun bahkan kurang sudah diangkat menjadi PNS, ada yang harus menunggu sekitar 2 tahun baru diangkat.
Gaji dan benefit lainnya
Kebijakan penggajian di corporate beda-beda, ada yang menerapkan single salary, ada yang multiple (ada gaji pokok dan tunjangan ini itu). Trus enak yang mana dong??? Jawabannya adalah enak yang kalau di total jumlahnya lebih banyak, hehehe...
Aku sendiri cuma pengalaman kerja di perusahaan yang menerapkan single salary. Jadi setiap bulan gaji yang kami terima itu sama dan karena berupa single salary jadi ga ada tuh yang namanya potongan karena ga masuk kerja (sakit/cuti), ataupun potongan karena ga mencapai target. Karena single salary pula maka pengali dari kenaikan gaji juga lumayan besar (walaupun secara presentase ya gitu-gitu aja, tergantung sama penilaian kinerja). Oya gaji selama masa pendidikan/pelatihan sebelum jadi pegawai tetap belum full, karena pas pendidikan kita masih dikasih makan siang dari kantor.
Waktu itu rincian penghasilan yang kami terima adalah 12x gaji bulanan, 1x gaji untuk uang cuti, 2x gaji untuk THR, dan 1-ga tau berapa (me : sekitar 3-5) kali gaji untuk bonus yang dinilai berdasarkan kinerja. Selain gaji bulanan, ada juga fasilitas tambahan yaitu asuransi kesehatan diluar BPJS (waktu itu dapat Inhealth untuk karyawan dan keluarga), iuran BPJS TK (bisa dicairkan ketika resign), iuran kesehatan pensiun (bisa cair ketika resign) dan iuran pensiun (bisa cair ketika resign). Iuran-iuran yang barusan itu ada sebagian porsi yang dibayar perusahaan ada yang harus dibayar karyawan, tapi tenang saja...porsi pembayaran perusahaan lebih gede dari yang dibayar karyawan kok. Di tempat kerjaku yang dulu, bagi pegawai level pimpinan (berasal dari management trainee atau pegawai pelaksana yang ikut diklat pimpinan) yang ditugaskan di luar homebase pada penempatan kedua, akan dapat fasilitas rumah dinas.
Gimana...gimana...udah bikin pengen belum? hehehe...canda...
Oke...sekarang bagaimana dengan gaji dari PNS?. Semuanya pasti udah tau dong kalau selama masin menjadi CALON gaji pokok (nominalnya sama se Indonesia Raya) yang diterima adalah 80%. Trus ada lagi tunjangan kinerja (sebutan untuk kementrian dan lembaga) atau TPP (untuk Pemda) yang besarnya bervariasi. Di kementrian atau lembaga biasanya ketika jadi CPNS besaran tunkin adalah 80%, untuk bisa jadi 100% tergantung kalian menduduki Jabatan Fungsional apa (anyway sekarang hampir semua penerimaan CPNS untuk mengisi JabFung, udah jarang banget atau ga ada yang struktural). Sebagian besar JF mengharuskan untuk pembentukan/ujian kompetensi dulu sebelum benar-benar menjadi fungsional. Kalau TPP yang berlaku diPemda, kebijakannya tergantung instansi masing-masing, ada yang pas CPNS dikasih 80%, ada juga yang ga dikasih TPP selama setahun masa CPNS. TPP ini juga yang menjadi koentji berapa besarnya penghasilan kalian. Beberapa Pemda yang KAYA, bisa kasih TPP yang gede banget berkali-kali lipat dari gaji pokok. Tapi ada juga Pemda yang kurang pendapatan sehingga TPP nya minimalis atau bahkan ga ngasih TPP.
Selain gaji pokok, CPNS ataupun PNS bakalan dapat tunjangan yang merupakan berupa presentase dengan pengaji gaji pokok, seperti tunjangan pasangan, tunjangan anak, dan tunjangan beras (udah ini nominalnya ga terlalu material tapi ya lumayan lah buat jajan food delivery). Belum berhenti sampai situ, beberapa Kementrian atau Lembaga juga menerapkan uang makan yang untuk golongan 3a besarnya adalah Rp. 37.000/hari masuk kerja. Jadi uang makan ini dihitung berdasarkan absensi masuk kantor, kalau sedang dinas luar dan dapat uang harian maka hal uang makan otomatis gugur. Benefit lain yang diterima oleh pegawai negeri adalah asuransi kesehatan melalui BPJS Kesehatan dan dana pensiun melalui Taspen. Nominal berapa-berapa gaji CPNS dan PNS nanti akan dibahas pada postingan kapan-kapan ya...
Lingkungan Kantor
Biar ga bosen di bagian ini aku mulai dari yang pemerintahan dulu. Secara nama sudah jelas ya BIROKRASI, jadi ya emang kalau bekerja atau berurusan dengan pemerintahan harus siap untuk menghadapi sistem birokrasi. Beberapa waktu belakangan memang dari Kementerian PAN-RB sedang berusaha untuk membuat kebijakan untuk meminimalisir birokrasi di pemerintahan. Salah satunya dengan meniadakan beberapa jabatan Eselon 4 dan Eselon 3 (eselon ini semakin kecil angkanya maka semakin tinggi jabatan). Trus kedepan juga ramai rencana untuk menggantikan beberapa posisi dengan robot. Saat ini sebagian besar baby boomer memang masih birokratis banget, yang senior selalu lebih tau dan pinter daripada yang baru masuk (padahal bisa jadi yang baru masuk itu sudah pengalaman kerja di perusahaan lain yang mungkin juga cukup ternama). Kemarin waktu ramai di twitter ada yang merasa "meh" setelah jadi pegawai pemerintah, rasanya ya lumayan relate hehehe... Tapi sebenarnya ga semua instansi pemerintah old style, ada juga yang sudah bersahabat dengan gaya berpikir dan bekerja kalum millenial yang kata para senior pintar otak tapi kurang attitude. Satu yang aku percaya, dimasa depan lingkungan kerja pemerintahan ini mungkin akan mirip dengan swasta setelah golongan baby boomers yang masih old style purna tugas, karena kalau kebijakan tetep mengikuti roadmap yang sekarang, penilaian kerja akan benar-benar sesuai kenyataan. Ga boleh ada ASN yang kerjanya cuma datang, absen, ke kantin, dan pulang. Semuanya harus bekerja sesuai dengan sasaran/rencana yang telah ditetapkan.
Lingkungan korporasi biasanya dinamis, mungkin agak berbeda jika kalian kerja di family company. Tapi family company juga kadang sudah dinamis. Beberapa tahun kerja di lingkungan korporasi beneran bisa membentuk mindset, apalagi dari aku masuk dua kali berturut-turut aku dapat atasan yang sangat kompeten dan supportif. Senior dan junior itu secara hubungan sehari-hari udah kayak teman saja, ga ada senior yang minta dihormati, secara otomatis junior akan menghormati mereka karena ya emang mereka punya kemampuan yang lebih unggul dibandingkan dengan para nube ini. Karena hubungannya juga udah beneran seperti partner, jadi siapapun boleh mengeluarkan ide dan bisa diskusi secara terbuka. Ga selalu senior punya ide lebih cemerlang dari junior, siapapun bisa ambil peranan untuk mencapai tujuan bersama. Corporate juga mengajarkan untuk jadi orang yang sistematis dan perfectionist, karena kalau ga perfect maka perusahaan tersebut akan kalah bersaing, dan kalau ga sistematis maka kerjaan susah dikendalikan. Persaingan di corporate juga lumayan ketat, banyak banget orang pinter yang sekaligus punya ambisi tinggi. Belum tentu yang duluan masuk bisa naik pangkat lebih dulu daripada yang lebih belakangan, semua tergantung kompetensi, prestasi dan bagaimana membangun image di depan atasan.
Lanjut ke tulisan selanjutnya ya...
-Dari Aku-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar