Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

19 Februari 2022

Sehari Semalam Keliling Jogja, Kemana Saja?



Hallo apa kabar? Semoga kita semua dalam keadaan sehat wal afiat dan mulai kelihatan hilal atas apa yang sedang kita upayakan, Amiin...


Seperti yang sudah aku ceritakan sebelumnya, ceritanya minggu pertama Februari lalu kami mendadak Jogja dan cuma sehari semalam aja. Dengan waktu yang cuma sehari semalam itu kami berpikir untuk mengunjungi tempat-tempat yang sekiranya kami semuanya suka. Aku pribadi suka tempat yang estetik karena bagus buat foto, sementara anak-anak suka tempat yang seru dimana mereka bisa bermain. So far kayaknya tempat-tempat ini lumayan bisa balance antara keinginanku dan anak-anak, check this out :

1. Makan malam di Bakmi Pak Pele
Berangkat sore membuat kami sampai di Jogja pada saat adzan Isya. Karena awalnya malas mau keluar jadi aku bawa bekal makan malam dari rumah dalam jumlah yang ga terlalu besar buat jaga-jaga aja biar ga lapar tapi masih menyiapkan lambung untuk jajan. Karena jumlah perbekalan ga cukup buat memenuhi perut akhirnya googling lah tempat makan di Jogja dan ketemulah Bakmi Pak Pele yang kebetulan nemunya yang di alamat Bantulan (dimana itu agak di pinggir kota) tepatnya Jl. Sidoarum - Bantulan, Bantulan, Sidoarum, Kec. Godean, Kabupaten Sleman depan toko cat. Tempatnya sederhana dan masaknya menggunakan arang. Mungkin salah satu yang membuat Bakmi ini special adalah penggunaan telur bebek pada masakan.Terbiasa beli bakmi di Surabaya aku merasa Bakmi Pak Pele ini cukup mahal karena se porsi yang tidak terlalu banyak ini dihargai Rp. 23.000,-. Dari segi rasa enak, tapi menurutku tidak terlalu special soalnya di Surabaya ada mie yang harganya setara dengan itu tapi tempat jualannya lebih bagus.









2. Berburu Lupis Mbah Satinem
Kemakan sama tayangan Netflix, aku pengen banget ngicipin jajan pasar dan lupis Mbah Satinem. Semangat deh pagi-pagi udah siap dan jam 6 pagi udah cuss menuju TKP di Jl. Bumijo No.52-40, Bumijo, Kec. Jetis (depan Optik Yogya).Tak disangka pas sampe lokasi ternyata antriannya udah banyak banget. Waktu itu aku dapat nomor 41 dari otal 50 nomor, buset deh...tuh oraang pada datang jam berapa buat ambil nomor. Ternyata di akhir baru tau kalau ternyata ada tukang parkir yang juga berperan jadi calo antrian. Jadi dia ambil beberapa nomor awal trus dijual deh ke orang-orang yang ga mau ngantri lama. Ada-ada aja ya caranya cari rejeki hehehe...

Beli Lupis Mbah Satinem ini sungguh menguji kesabaran karena mbah Satinem sudah sepuh sehingga speed jualannya pelan, orang-orang pada beli banyak, dan antrian yang cukup panjang. Butuh waktu 2 jam buat aku sampai dapat masukin lupis ke mulut. Karena nunggunya lama jadi di sela-sela antri aku sempat jalan kaki di perempatan Tugu Jogja trus foto-foto. habis itu balik antri, dan masih butuh waktu lama lagi. 1 bungkus jajan pasar (bisa campur atau lupis saja-5 potong lupis) dibanderol dengan harga Rp. 10.000,- dengan porsi yang sangat sedikit. Hemm...kayaknya kalau ke Jogja lagi tempat ini akan dikunjungi kalau ada waktu luang aja.

3. Sarapan pagi yang sebenarnya di Gudeg Mbok Lindu
Karena porsi Lupis Mbah Satinem hanya mengisi 20% dari kebutuhan sarapanku, jadilah ceri-cari tempat sarapan lain di sekitar Malioboro. Ketemulah Gudeng Mbok Lindu yang beralamat di Jl. Sosrowijayan No. 30 Jogja.Waktu kami datang, tempat ini sepi banget, padahal dulu pernah baca kalau gudeg ini salah satu legend. Ternyata ada info yang bilang kalau semenjak Mba Lindu wafat rasanya jadi beda dan warungnya jadi ga terlalu rame lagi. Btw gudeng ini sebelahan sama Hotel Summer, dan kalau mau makan disini bawa mobil parkirnya agak susah sodara-sodara. 
Harga gudeg menurutku standar Kota Wisata, gudeg lengkap paling sedehana dibanderol Rp. 20.000,- dengan porsi yang pas untuk sarapan dan rasa yang enak. Menurutku makanan di tempat ini oke cuma masalah parkir aja sih yang agak susah, tapi bolehlah kalau nanti nginep di sekitar Malioboro trus jalan kaki makan disini.

4. Beli bekal Lumpia Samijaya di Malioboro
Karena emang suka makan dan jajan jadi pas ke Jogja aku akhirnya puas-puasin beli makanan dari tempat-tempat sudah diincar, salah satunya adalah Lumpia Samijaya.Lumpia ini dijual di gerobak kaki lima, ga ada toko atau semacamnya, cuma ada gerobak ini, tempat penggorengan dan kursi plastik tempat pembeli yang menunggu da mau makan di tempat. Lumpia Samijaya beralamat di Jl. Malioboro No 18 Jogja, dia masuk ke dalam bekas toko yang mirip sama tempat parkir di sebelah Hotel Mutiara. Dilihat sepintas ga kelihatan tanda-tanda, jadi pakai aja patokan Hotel Mutiara.

Lumpia Samijaya ini dijual dalam 2 jenis dengan beda harga Rp. 1.000,- dimana yang spgja kedecial ada tambahan 1 butir telur puyuh. Bedanya lumpia ini sama yang dari Semarang terletak pada isiannya. Disini mayoritas isiannya adalah kecambah pendek, rebung ada tapi hanya sedikit. Baik lumpia Semarang atau Jogja keduanya sama-sama enak.

5. Akhirnya Prambanan sama keluarga
Setelah berkelana mencari makanan akhirnya tiba juga ke tempat wisata. Salah satu yang pengen aku kunjungi barenag anak-anak adalah Candi Prambanan. Parkir mobil di Prambanan kena charge Rp. 15.000 sedangkan tiket masuk dewasa Rp. 50.000 dan anak-anak Rp. 25.000. Selama masa pandemi ini Prambanan cukup ramai namun mereka sudah menyiapkan juga protokol kesehatan dan adanya penjagaan dari pihak-pihak berwenang. 

Kemarin aku sedikit menyesal sih waktu ke Prambanan ga sewa guide, awalnya halah bisa lah liat-liat aja tapi ternyata kalau pakai pemandu bakalan lebih enak. Ini salah satu request dari my boy juga nanti kalau kesini lagi pakai pemandu biar lebih paham sama sejarahnya. Sama satu lagi yang masih jadi wishlist yaitu ngajakin suami dan anak-anak liat pertujukan sendratari Ramayana di Prambanan, nanti-nanti aja kalau ada kesempatan ke Jogja lagi lebih lama.

6. Museum Dirgantara Mandala kesukaan anak cowok
Tempat selanjutnya yang kami kunjungi adalah museum Dirgantara Mandala yang berlokasi di kompleks AU Jogja. Ternyata kompleks AU disini mirip-mirip sama kompleks AL di Surabaya, gede bangetttt. Ada bandara, sekolah mulai dari playgroup sampai kuliah, rumah dinas, rumah sakit, dan fasilitas lainnya termasuk museum.

Untuk masuk ke museum ini pengunjunglaporan dulu di pos depan dan membayar biaya parkir sebesar Rp. 10.000,-. Tiket masuk museum dibanderol Rp. 6.000,-/orang yang entah kenapa ketika membayar suami di charge Rp. 25.000 (mungkin mereka malas cari kembalian hehehe...).
Seperti namanya, museum ini menyajikan banyak banget hal-hal terkait dirgantara mulai dari diorama, pakaian, dan tentunya aneka macam pesawat dari masa ke masa. Anak lelakiku yang emang suka hal-hal terkait perang dunia seneng banget sama tempat ini karena benda yang biasanya dia lihat lewat layar HP kali ini bisa dilihat langsung. Dan keluarlah fakta-fakta tentang benda itu hasil penelusurannya di Google.  

7. Tempo Gelato yang enak dan ngademin
Setelah mengunjungi tempat wisata, mulai deh butuh asupan lagi tapi bukan yang makanan berat karena selama perjalanan kami terusan aja ngemil lumpia. Dari kapan dulu emang sudah ngincer Tempo Gelato sebagai tujuan kalau lagi ke Jogja karena hampir semua teman juga mampir ke tempat ini dan kayaknya seru. Aku dan keluarga mengunjungi salah satu outlet Tempo Gelato yang beralamat di Jl. Taman siswa No. 54 Wirogunan. Tempatnya cozy banget dan enak buat nongkrong seru sambil bercanda dan menikmati gelato.

Pertama yang dilakukan pengunjung ketika sampai ke tempat ini adalah bayar dulu di kasir sambil memilih size yang kita mau. Yang paling murah adalah cup small dengan maksimal 2 rasa seharga Rp. 25.000,-, murah kedua adalah cone seharga Rp. 30.000,- maksimal 2 rasa. Setelah bayar kita bisa ke stall gelato dan serahin struk sambil pilih rasa yang kita mau dengan range pilihan lebih dari 40 rasa, bingung bingung deh...tapi tenang...petugasnya kasih kesempatan kok buat ngicipin beberapa rasa asal ga terlalu banyak aja. 

Walaupun cup es krim ukurannya kecil, tapi dalam pengisiannya mbak petugas cukup royal. Tumpukan es krim menjulang sampai keatas dan cukup memuaskan konsumen dengan porsinya itu, begitu juga ya cone isinya juga banyak sampai anak keduaku ga sanggup ngabisin (padahal dia pecinta es krim). 

Waktu kami disana sempat juga mampir ke halaman belakang yang ternyata deket sama dapur, wahhh...aromanya kue banget. Pas pintunya kebuka sedikit ternyata mereka lagi bikin waffle buat cone nya, aromanya semerbak kemana-mana. Trus ada juga bapak bule duduk diem aja gitu di salah satu kursi, kulihat dia ga pesen sama sekali, beberapa waktu kemudian dia masuk ke dapur. Oh...kali aja dia ownernya, tau gitu samperin dan ngajak ngobrol ya kan lumayan. 

Kelar dari tempo mulai deh cari tempat makan berat yang sebenarnya. pengen sih ke daerah Magelang karena ada resto fancy yang bagus. Tapi karena arahnya berlawanan sama jalan pulang dan tampaknya driver tercinta sudah mulai lelah...(selain mahal juga tuh resto), akhirnya diputuskan makannya sekalian waktu perjalanan pulang.

8. Menjajal seafood Pak Mawardi di Ngawi - udah bukan Jogja
menjelang Isya kami keluar toll Ngawi dan langsung menuju TKP. Warungnya sederhana, dulu konon Pak Mawardi julanannya di tenda, siapa sangka sekarang punya tempat yang luas. Waktu kami datang tempat ini ga terlalu rame, tapi semakin malam malah makin ada aja yang datang. Sama seperti namanya disini menyajikan aneka olahan seafood dengan harga yang seragam, pembedanya adalah pada porsi yang disajikan. Semakin mahal bahan makanannya maka porsinya juga makin sedikit. 

Urusan rasa tempat ini cukup menjanjikan dengan harga yang masuk akal. Jangan lupa nyobaik kepiting kalau kebetulan mampir ke tempat ini karena bumbunya enak plus kepitingnya juga fresh. Kebetulan aku kesana di malam minggu jadi pas in the middle of dinner ada orang yang ijin mau ngamen. Dan dia bawa saxophone dong, wah ga kaleng-kaleng ini ngamennya. Mana dia juga modal banget bawa alat kayak sound buat musik latar. Lagu yang dibawain juga enak-enak, dahlah rasanya kayak makan di resto mevvah hehehe...


Itulah sekelumit cerita sehari semalam jalan-jalan keluarga kali ini. Sebenarnya masih kurang kasimal sih...kurang santai karena berasa harus optimalisasi waktu. Semoga kedepannya bisa jalan lagi dengan lebih berkualitas dan dengan anggaran yang lebih banyak hehehe...Amiin...


Terima kasih sudah membaca :)


-Dari Aku-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman